Lama Dianggap Punah, Dua Spesies Mamalia Kecil Ditemukan Kembali di Papua Barat

Spesies Mungil yang Dianggap Punah (Doc. Int)

BIOma – Penemua dua spesies mamalia kecil yang selama ini diyakini telah punah sekitar 6.000 tahun lalu ternyata masih hidup di hutan Papua Barat. Penemuan ini mengejutkan para ilmuwan karena sebelumnya kedua hewan tersebut hanya diketahui dari catatan fosil.

Berdasarkan laporan  BBC News Indonesia, para peneliti berhasil  menemukan kembali dua marsupial, yaitu pygmy long-fingered possum dan ring-tailed glider, di kawasan hutan terpencil Papua. Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Records of the Australian Museum.

Pygmy long-fingered possum merupakan mamalia kecil dengan berat sekitar 200 gram. Hewan ini memiliki ciri khas berupa jari keempat di setiap tangannya yang sangat panjang, bahkan bisa dua kali lebih panjang dibandingkan jari lainnya. Para ilmuwan menjelaskan bahwa jari tersebut digunakan untuk menggali larva serangga yang hidup di dalam batang kayu, yang menjadi sumber makanan utamanya.

Sementara itu, spesies kedua yang ditemukan adalah ring-tailed glider. Hewan ini memiliki kemampuan meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya dan biasanya hidup di lubang pohon tinggi di hutan. Selain itu, glider ini juga memiliki ekor yang dapat mencengkeram cabang pohon sehingga memudahkannya bergerak di antara pepohonan.

Fenomena penemuan kembali spesies yang sempat dianggap punah ini secara biologi dikenal dengan istilah Lazarus taxon. Istilah ini merujuk pada takson yang menghilang dari catatan pengamatan selama jangka waktu lama namun kemudian ditemukan kembali masih bertahan hidup di alam liar,  sebagaimana yang dikutip dari BBC News Indonesia.

Profesor Tim Flannery, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut, menyebut penemuan ini sebagai hal yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa menemukan satu spesies yang dianggap punah saja sudah merupakan temuan penting, terlebih lagi jika dua spesies sekaligus berhasil ditemukan kembali.

Keberhasilan ekspedisi di pedalaman Papua ini merupakan hasil integrasi antara studi literatur fosil, pemeriksaan spesimen museum, dan pengetahuan lokal masyarakat adat dalam mengidentifikasi keberadaan satwa tersebut di alam liar. Meski menjadi pencapaian signifikan bagi ilmu biologi, para peneliti menekankan bahwa kelestarian kedua spesies ini tetap terancam oleh degradasi habitat akibat aktivitas penebangan hutan, sehingga penguatan upaya konservasi kawasan menjadi langkah mutlak guna menjamin keberlangsungan hidup populasi langka tersebut di masa depan.

Reporter: Febri Amalia

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *