BIOma – Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Gloeocapsa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Outdoor Pendidikan Dasar (Diksar) XXI Tahun 2026 di Lembah Benteng, Dusun Lengkese, Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, Kamis – Minggu (21–24/05).
Diksar XXI mengusung tema “Generasi Pecinta Alam yang Peduli, Aktif, dan Berperan dalam Menjaga Kelestarian”. Sebanyak 15 peserta yang berpartisipasi telah melewati rangkaian seleksi ketat, mulai dari tahap pendaftaran, wawancara, materi indoor, hingga latihan fisik sebagai persiapan sebelum menuju medan outdoor.
Ketua Umum HMJ Biologi FMIPA UNM, Muhammad Siddiq Utama, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya kepada seluruh peserta agar mampu mengikuti seluruh proses dengan semangat dan menjadikan kegiatan ini sebagai wadah pembentukan karakter.
“Harapan saya, seluruh peserta mampu mengikuti setiap proses dengan semangat, menjaga kekompakan, serta mengambil nilai-nilai positif dari setiap pengalaman yang didapatkan. Semoga setelah kegiatan ini lahir generasi anggota MPA Gloeocapsa yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, cinta alam, serta mampu membawa nama organisasi menjadi lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.
Ketua Panitia Diksar XXI, Fuad Akil, menimpali dengan harapan agar seluruh peserta dapat membangun rasa persaudaraan yang kuat setelah melewati berbagai dinamika selama kegiatan berlangsung.
“Harapan saya untuk Diksar tahun ini, peserta dapat saling menguatkan dan saling percaya atas setiap dinamika yang mereka jalani. Semoga setelah menjadi bagian dari MPA Gloeocapsa nantinya, mereka dapat menjaga rasa kekeluargaan dan terus bertumbuh bersama,” ungkapnya.
Fuad Akil juga tidak menampik adanya tantangan yang dihadapinya selama menjadi Ketua Panitia Diksar XXI. Menurutnya, membagi fokus antara urusan pribadi dan tanggung jawab kepanitiaan menjadi tantangan tersendiri.
“Tantangan selama berkecimpung di kepanitiaan ialah bagaimana menyeimbangkan urusan pribadi dengan tanggung jawab kepanitiaan. Namun, saya sangat terbantu dengan rekan-rekan panitia yang selalu memberikan semangat dan dukungan. Saya berterima kasih atas segala proses dan perjuangan yang telah kami lalui bersama,” tuturnya.
Kesan mendalam dirasakan oleh salah satu peserta Diksar XXI, MA, setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan yang menguras fisik tersebut.
“Saya bersyukur dan bangga bisa menyelesaikan seluruh tahapan Diksar ini. Di sini saya belajar tentang organisasi, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Meski melelahkan dan penuh tekanan saat latihan fisik maupun outdoor, hal itu justru melatih mental saya dan mempererat rasa kekeluargaan antar-peserta,” ungkapnya.
MA menambahkan bahwa Diksar Gloeocapsa bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Kegiatan ini merupakan ruang penempaan diri yang nyata agar para kader tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, peka, dan siap berkontribusi bagi eksistensi MPA Gloeocapsa ke depan.
Kaderisasi melalui Outdoor Diksar XXI ini menjadi langkah regenerasi krusial bagi MPA Gloeocapsa dalam mencetak aktivis lingkungan yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga cakap dalam menjaga kelestarian ekologi di masa depan.
Reporter: Reski Aprida
![]()

