Tak Disangka! Virus Flu RSV Ternyata Punya Potensi Hambat Penyebaran Kanker

Jaringan paru-paru tikus dengan nodul metastasis tumor berwarna ungu pekat (Doc. Int)

BIOma – Sebuah penemuan ilmiah mengejutkan tengah menjadi perhatian dunia medis: infeksi virus pernapasan yang selama ini dianggap sebagai penyakit biasa ternyata memiliki kemampuan untuk memperlambat penyebaran sel kanker ke paru-paru. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ini membuka harapan baru dalam pengobatan kanker stadium lanjut, khususnya kanker payudara yang telah bermetastasis.

Sebagaimana dilaporkan oleh The Francis Crick Institute, studi terbaru menemukan bahwa infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) pada tikus mampu mengurangi penyebaran (metastasis) kanker payudara ke paru-paru. Mekanismenya bekerja melalui induksi zat antivirus alami yang disebut type I interferons, yang mengubah kondisi sel-sel di paru-paru sehingga menjadi lingkungan yang tidak ramah bagi sel-sel kanker untuk berkembang.

Dalam eksperimen yang dilansir dari Medical Xpress, penelitian dilakukan dengan cara memasukkan sel-sel kanker payudara ke dalam tubuh tikus yang sebelumnya telah terinfeksi RSV. Hasilnya sangat mencolok: tikus-tikus tersebut mengembangkan lebih sedikit tumor paru-paru dibandingkan tikus yang tidak pernah terinfeksi RSV sebelumnya.

RSV sendiri merupakan virus pernapasan umum yang dapat menyerang manusia dari segala usia. Menurut data kesehatan yang diulas oleh BritBrief, virus ini sangat umum sehingga hampir semua anak telah terinfeksi olehnya sebelum usia 2 tahun. Pada kebanyakan orang, RSV hanya menimbulkan gejala ringan seperti flu biasa, dengan hidung tersumbat, pilek, dan batuk.

Saat infeksi RSV terjadi, makrofag alveolar di paru-paru menjadi produsen utama type I interferons, senyawa antiviral penting yang dihasilkan tubuh. Type I interferons ini tidak hanya menghambat replikasi virus, tetapi juga terlibat dalam perekrutan sel-sel imun dan aktivasi respons kekebalan tubuh secara menyeluruh. Senyawa ini terbukti membantu mencegah kanker payudara menyebar ke paru-paru dengan cara mengubah lingkungan mikro di sana sehingga sel-sel kanker sulit untuk bertahan hidup atau berkembang.

Penyebaran kanker ke paru-paru merupakan salah satu tantangan terbesar dalam dunia onkologi karena paru-paru termasuk lokasi paling umum yang menjadi tujuan metastasis kanker payudara. Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa 60 persen pasien kanker payudara stadium 4 mengembangkan tumor di paru-paru mereka, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun hanya sekitar 30 persen.

Meskipun tantangan pengobatan onkologi saat ini sangat berat, penemuan ini menjadi angin segar dan secercah harapan baru. Melalui titik terang ini, para ilmuwan kini optimis dapat memanfaatkan mekanisme type I interferons untuk memformulasi obat baru di masa depan yang mampu mencegah metastasis tanpa memaksa pasien menginfeksi diri dengan virus secara langsung. Kendati penelitian ini masih dalam tahap awal pada pemodelan hewan dan belum diuji klinis pada manusia, langkah besar ini telah membuka jalan baru yang sangat menjanjikan dalam upaya menyelamatkan lebih banyak nyawa dari ancaman kanker stadium lanjut.

Reporter: RM 4

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *