BIOma – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Kajian Strategis Biologi (KASTRAB) dengan mengangkat tema Mengapa Viral Menjadi Konflik Analisis Strategis atas Fenomena Pesta Babi. Kegiatan ini menghadirkan Rizky Andika Putra, Demisioner Presiden Mahasiswa BEM FMIPA UNM Periode 2025–2026, sebagai pemantik diskusi. Kegiatan ini berlangsung di Ruangan FF 204, Jumat (22/05).
Kegiatan tersebut membahas berbagai persoalan mengenai pembangunan di Papua, eksploitasi sumber daya alam, konflik sosial, hingga peran media sosial dalam membentuk opini publik di masyarakat. Dalam pemaparannya, Rizky menjelaskan bahwa konflik yang muncul dalam fenomena “Pesta Babi” tidak dapat dipandang hanya dari satu sisi, melainkan harus dilihat dari berbagai perspektif.
Menurutnya, pemerintah memandang pembangunan di Papua sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, masyarakat adat Papua merasa pembangunan tersebut justru mengancam ruang hidup, lingkungan, serta budaya yang selama ini mereka pertahankan.
“Konflik muncul karena adanya perbedaan sudut pandang antara pemerintah dan masyarakat lokal. Ketika pembangunan tidak melibatkan masyarakat secara menyeluruh, maka akan muncul penolakan,” ujarnya.
Selain itu, diskusi juga menyoroti viralnya film dokumenter Pesta Babi yang memunculkan berbagai tanggapan di media sosial. Rizky menilai media sosial memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi dan membangun kesadaran publik, tetapi juga dapat menjadi pemicu konflik apabila informasi yang diterima tidak dipahami secara utuh.
Ia juga menyinggung adanya pembubaran ruang diskusi dan pemutaran film yang dianggap provokatif oleh sejumlah pihak. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan terkait kebebasan berekspresi dan penyampaian kritik sosial di ruang publik.
“Mahasiswa harus mampu melihat persoalan secara kritis dan memahami konteks yang terjadi, bukan hanya menerima informasi yang viral tanpa melihat keseluruhan fakta,” tambahnya.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai tanggapan dari peserta terkait proyek strategis nasional, hak masyarakat adat, hingga hubungan antara masyarakat sipil, aparat keamanan, dan pemerintah pusat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk lebih peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Papua.
Melalui KASTRAB tersebut, HMJ Biologi FMIPA UNM berharap mahasiswa mampu meningkatkan kesadaran kritis serta menjalankan perannya sebagai agen perubahan dalam menyikapi berbagai isu sosial di tengah masyarakat.
Reporter: Resky Dwi Ramadhani & Nurasyifa Warahmah
![]()

