BIOma – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) meraih penghargaan Terbaik I Kategori Ormawa Paling Kolaboratif dalam ajang Abdidaya Ormawa 2026 melalui program RAJUT LAUT. Penghargaan ini menjadi capaian atas upaya membangun kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan mitra dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat pesisir.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dua kelompok masyarakat, yakni kelompok nelayan SIRAJU yang beranggotakan 15 orang dan berfokus pada pengelolaan Bank Rajungan, serta kelompok ibu-ibu nelayan SIPARESO yang terdiri atas 15 orang dan berfokus pada pemanfaatan limbah cangkang kepiting rajungan. Selain itu, dukungan mitra teknis seperti BPBAP Takalar turut membantu agar masyarakat memperoleh pengetahuan yang relevan.
Ketua Tim PPK Ormawa, Muh. Asrul Nasution, menjelaskan bahwa menyatukan kepentingan dan pola kerja setiap pihak menjadi tantangan tersendiri. Namun, tim membangun komunikasi terbuka dan membagi peran berdasarkan kapasitas masing-masing.
“Bagi kami, kolaborasi bukan tentang membuat semua pihak bekerja dengan cara yang sama, melainkan menyelaraskan perbedaan agar setiap pihak dapat berkontribusi secara optimal. Saya percaya, pendekatan inilah yang menjadi salah satu fondasi tim kami dalam membangun kolaborasi selama pelaksanaan RAJUT LAUT hingga meraih Terbaik I kategori Ormawa Paling Kolaboratif,” ungkapnya.
Asrul juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan program. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan dan kemandirian masyarakat dalam mengelola fasilitas seperti Bank Rajungan menjadi aspek penting setelah masa pendampingan mahasiswa berakhir.
Upaya membangun kemandirian masyarakat tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Ormawa, Rizky Andika Putra, mengenai pentingnya pembagian peran dan partisipasi anggota dalam organisasi.
“Pola yang coba dibangun di organisasi terutama di BEM misalnya adalah, bagaimana menjadikan setiap mahasiswa FMIPA memiliki peran dan turut andil, jadi simple saja the power of delegation kupikir mampu menjawab. Perihal agenda kemahasiswaan yang lainnya bukan sebuah masalah untuk terus berdampak dan berkembang..yang terpenting adalah bagaimana terus memanfaatkan SDM yang ada dengan orientasi, sikap optimis yang lebih baik kedepannya,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi perlu dipertahankan agar tidak berhenti pada satu program saja melalui komunikasi yang baik antaranggota.
“Jikalau untuk memastikan kolaborasi terus berlanjut yang pastinya adalah komunikasi, saling menokohkan satu sama lain dan beroreintasi pada cita cita organisasi,” jelasnya.
Terkait mekanisme penerapan pengalaman PPK Ormawa ke dalam program kerja BEM lainnya, Rizky menilai bahwa kebiasaan organisasi yang sehat adalah hal utama.
“Berbicara mekanisme secara khusus sepertinya tidak ada, tapi menurutku harus ada habit yang sehat, yang secara tidak langsung akan menjawab tujuan ormawa perihal kinerja tentu itu pandangan yang subjektif, jadi tetap bergerak dan berdampak baik untuk lingkungan saja..baik itu sesama mahasiswa, maupun masyarakat,” tuturnya.
Penghargaan Terbaik I Kategori Ormawa Paling Kolaboratif dalam Abdidaya Ormawa 2026 menjadi capaian membanggakan bagi BEM FMIPA UNM. Keberhasilan program RAJUT LAUT selanjutnya bergantung pada kemampuan masyarakat untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri, sehingga manfaat program tetap terasa dalam jangka panjang.
Reporter: Febri Amalia
![]()

