BIOma – Fenomena astronomi langka akan kembali menghiasi langit malam. Gerhana Bulan Total atau Blood Moon diperkirakan terjadi pada Minggu–Senin (07-08/09). Gerhana ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia saat cuaca cerah.
Dilansir dari tempo.co, Gerhana Bulan Total terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga bulan sepenuhnya masuk ke bayangan inti (umbra) bumi. Pada fase puncaknya, bulan akan tampak berwarna merah.
Fenomena ini disebabkan oleh hamburan Rayleigh, ketika cahaya biru dari Matahari lebih banyak terhambur di atmosfer bumi, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan mengenai permukaan bulan.
Dilansir dari bmkg.go.id, berikut tahapan Gerhana Bulan yang akan terjadi pada 7–8 September mendatang.
– Fase Penumbra: 7 September pukul 22.26–22.28 WIB
– Fase Sebagian: 7 September pukul 23.27 WIB
– Fase Totalitas Dimulai: 8 September pukul 00.30 WIB
– Puncak Gerhana: 8 September pukul 01.12 WIB
– Totalitas Berakhir: 8 September pukul 01.53 WIB
– Fase Gerhana Selesai: 8 September pukul 03.55 WIB
Durasi total berlangsung 1 jam 22 menit, sementara keseluruhan gerhana dari awal hingga akhir mencapai 5 jam 27 menit.
Beberapa fakta terkait Gerhana Bulan Total ini antara lain sebagai berikut.
1. Aman Diamati Tanpa Alat Khusus
Dikutip dari tempo.co, berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa risiko pada mata.
2. Pengaruh Alamiah, Bukan Pemicu Bencana
Menurut Tempo, meski gravitasi bulan memengaruhi pasang surut laut dan sedikit menekan kerak bumi (Earth tides), tidak ada bukti ilmiah bahwa gerhana bulan dapat memicu gempa bumi.
3. Fenomena yang Bisa Disaksikan Bersama
Dilansir dari detik.com, masyarakat bisa melakukan pengamatan langsung atau menonton siaran live streaming dari BMKG melalui [https://gerhana.bmkg.go.id](https://gerhana.bmkg.go.id).
4. Waktu Terbaik Pengamatan
Dikutip dari BMKG, puncak gerhana pada pukul 01.12 WIB menjadi momen paling ideal untuk melihat bulan berwarna merah darah.
5. Wilayah Pengamatan
Dilansir dari tempo.co, gerhana dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Papua bagian timur yang tidak bisa menyaksikan fase penumbra hingga selesai karena bulan sudah terbenam.
Reporter : Fadhilah Azzahra & Alya Makarimi
![]()

