Data Terbaru BNPB: 914 Korban Tewas dan 389 Hilang Akibat Banjir di Sumatera

Evakuasi Korban Banjir (Doc. Int)

BIOma – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir terus menunjukkan dampak yang mengkhawatirkan. Curah hujan ekstrem yang mengguyur Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan meluapnya sungai, kerusakan infrastruktur, serta terisolasinya beberapa daerah. Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di tengah medan yang sulit dan kondisi cuaca yang belum stabil.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data resmi. Dilansir dari Kompas.com, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 914 jiwa, meningkat 47 jiwa dari laporan sebelumnya pada Jumat (5/12/2025) yang tercatat 867 jiwa.

Adapun rincian korban meninggal per provinsi sebagai berikut:

  • Aceh: 359 jiwa (bertambah 14 jiwa)
  • Sumatera Utara: 329 jiwa
  • Sumatera Barat: 226 jiwa

Sementara itu, data korban hilang juga mengalami pembaruan. Dilansir dari SindoNews, BNPB mencatat 389 orang masih hilang, turun dari 521 orang pada hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam keadaan selamat.

Abdul Muhari menegaskan bahwa proses pencarian, evakuasi, dan pemberian pertolongan terus dipercepat oleh tim SAR gabungan.

“Masih terdata dalam daftar pencarian Tim SAR sebanyak 389 jiwa, dan tentu saja angka ini bergerak dinamis,” ujarnya dalam konferensi pers BNPB.

Seiring meningkatnya jumlah korban dan kerusakan, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan ke wilayah terdampak. Dilansir dari DetikNews, PMI mengirimkan 1.500 kantong darah, paket logistik, air bersih, serta perlengkapan darurat ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mengerahkan kapal pengangkut bantuan berisi 60 ton paket logistik yang mencakup makanan, bahan pokok, dan perlengkapan medis.

SindoNews turut melaporkan bahwa masyarakat Padang menerima 6 ton beras, obat-obatan, serta bantuan kebutuhan dasar dari lembaga kemanusiaan dan pihak swasta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus membantu percepatan pemulihan kebutuhan dasar warga terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Penguatan posko, penyaluran bantuan, serta operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.

Reporter: Az Zahra Mim Nur Qalbiyah


Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *