BIOma – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) mengumumkan penerapan mata pelajaran baru berupa Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan ini tertuang dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025.
Mulai tahun ajaran ini, mata pelajaran Koding dan AI akan diterapkan secara bertahap di kelas 5 SD, 7 SMP, dan 10 SMA/SMK sebagai mata pelajaran pilihan.
Tujuan penerapan mata pelajaran Koding dan AI ini adalah untuk membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini.
“Koding dan AI bukan lagi ilmu masa depan, mereka adalah kebutuhan masa kini. Dengan keterampilan ini, siswa akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi yang pesat dan tantangan global,” ujar perwakilan Kemendikdasmen dalam unggahan resminya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif dan relevan terhadap perkembangan zaman.
Melalui pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, kreatif, serta memahami logika pemrograman dan teknologi yang kini menjadi bagian dari berbagai sektor kehidupan.
Dikutip dari wartabromo.com, Toni Toharudin, selaku kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikdasmen, dalam webinar sosialisasi Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 yang disiarkan oleh Kemendikdasmen pada 22 Juli 2025 mengungkapkan tujuan mata pelajaran baru ini.
“Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial ini adalah bagian dari upaya kita untuk merespon perkembangan teknologi sekaligus mewujudkan manusia Indonesia yang kritis, produktif, beretika, dan bertanggung jawab dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi,” ujarnya.
Penerapan ini juga sejalan dengan semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dan program “Sekolah Ramah Digital” yang diusung oleh Kemendikdasmen. Para guru pun akan diberikan pelatihan khusus guna mendukung pelaksanaan kurikulum baru ini secara optimal.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk praktisi pendidikan dan orang tua siswa, yang menilai bahwa inisiatif ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi unggul di masa depan.
Reporter: Resky Aulia R dan Siti Radiah Husna
![]()

