Mahasiswa Biologi UNM Raih Emas IWSC dan Tembus Final Lomba Esai Internasional

Pengumuman Pemenang (Doc. Int)

BIOma – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengharumkan nama kampus melalui capaian prestasi ilmiah bertaraf internasional. Dalam ajang International World Science Competition (IWSC) 2025, Nur Hikmah, mahasiswa Biologi UNM, berhasil meraih medali emas bidang Biologi. Ia juga sukses menembus final lomba esai bersama rekannya, Muhammad Fadhil Jufri, dengan karya ilmiah yang telah digarap selama lebih dari satu tahun.

Nur Hikmah menyampaikan rasa syukur dan harunya atas pencapaian ini. Ia menyebut bahwa perjuangannya tidaklah ringan, terlebih harus menghadapi soal eliminasi yang sangat sulit dan sesi presentasi berbahasa Inggris di hadapan tiga juri selama 15 menit.

“Saya merasa sangat bersyukur, bahagia, dan terharu. Capaian ini membuktikan bahwa ketekunan dan penerapan metode ilmiah yang tepat bisa membawa hasil luar biasa. Terlebih saya sempat ragu karena koneksi internet sempat tidak stabil saat presentasi,” ungkapnya.

Tak kalah membanggakan, dalam kategori esai ilmiah nasional, Nur Hikmah dan Muhammad Fadhil Jufri menunjukkan kolaborasi yang solid dan penuh dedikasi.

Esai mereka bukan karya instan, keduanya telah menggarap esai tersebut lebih dari setahun, melalui konsultasi intensif dengan dosen ahli, revisi berulang, hingga akhirnya layak masuk final.

“Esai ini bukan hasil semalam, kami garap sejak lama, penuh revisi, dan sempat hampir menyerah. Tapi justru di situlah kuncinya, sabar, konsisten, dan percaya bahwa ide yang dilandasi kepedulian pasti punya jalan sampai ke panggung final,” jelas Nur Hikmah.

Muhammad Fadhil Jufri menambahkan bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari kerja sama.

“Kami kerja bareng bukan sekadar bagi tugas. Nur Hikmah fokus di struktur dan narasi, saya dalami bagian sains dan referensi. Kami evaluasi dari hasil lomba sebelumnya, bahkan sering sampai tengah malam menyelesaikan revisi,” ungkapnya.

Ketika ditanya tentang motivasi, Nur Hikmah menegaskan bahwa keinginan untuk terus memberikan yang terbaik di manapun berada menjadi alasan utamanya. Dukungan dari orang tua, dosen, dan rekan tim juga menjadi sumber semangat.

“Motivasi utama saya adalah ingin memberikan yang terbaik dari diri saya. Tentunya juga dengan ridho Allah, orang tua, arahan dosen, dan seseorang yang telah menjadi bagian penting,” tuturnya.

Nur Hikmah menyatakan bahwa ia ingin melanjutkan studi melalui beasiswa serta mengabdi sebagai pengajar bagi adik-adik yang tertarik dengan olimpiade sains.

“Saya ingin terus belajar dan kelak menjadi pengajar bagi mereka yang ingin menekuni dunia ilmiah. Saya ingin kontribusi saya tidak berhenti di lomba, tapi berlanjut untuk masyarakat dan negara,” ungkapnya.

Muhammad Fadhil Jufri pun mengimbau kepada mahasiswa lain untuk tak takut memulai meski belum merasa paling siap.

“Kalau punya ide, jangan tunggu jadi paling pintar dulu baru mulai. Mulai saja dulu, cari teman yang sefrekuensi, dan jangan takut direvisi. Prestasi itu bukan soal instan, tapi soal niat yang terus dijaga sampai akhir,” pungkasnya.

Prestasi yang diraih Nur Hikmah dan Muhammad Fadhil Jufri menjadi bukti bahwa mahasiswa dari daerah pun bisa tampil unggul. Ketekunan, kolaborasi, dan keberanian mencoba adalah kunci yang membawa mereka menapaki panggung prestasi internasional.

Reporter: Afriansyah Gibran A. Latif & Ainul Hidayat

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *