Konsorsium Jurnalisme Aman Gelar FGD, Bahas Tantangan Pers Mahasiswa

Focus Group Discussion (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Konsorsium Jurnalisme Aman yang terdiri dari Human Right Working Group (HRWG), Tifa Foundation, dan PPMN menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tantangan Pers Mahasiswa di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia serta Sosialisasi Platform Jurnalisme Aman” yang bertempat di Coco Space, Makassar, Selasa (11/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari Makassar, Kendari, dan Maluku Utara. FGD ini merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Jurnalisme Aman yang bertujuan memetakan tantangan, kekerasan, serta bentuk represi yang masih dihadapi oleh pers mahasiswa di kawasan timur Indonesia.

Perwakilan Tifa Foundation memaparkan kondisi terkini dan tantangan yang dihadapi jurnalis muda di wilayah tengah dan timur. Berdasarkan pemaparan oleh salah satu rekan Tifa Foundation, Arie Mega, bahwa sejauh ini belum ada pendataan resmi kekerasan yang dialami pers mahasiswa di wilayah tengah dan timur. Namun dalam 5 tahun terakhir terdapat beberapa kasus pada tahun 2020, 2022 dan 2024.

“Untuk 5 tahun ini, terdapat 3 kasus yang dialami oleh beberapa anggota persma yakni pada tahun 2022 pembrendelan LPM Lintas IAIN Ambon dan mempolisikan 9 mahasiswa, serta memecat secara akademis Pimpinan Redaksi LPM Lintas, tahun 2020 tiga anggota persma ditangkap polisi saat meliput aksi penolakan tambang pasir di pulau Kodingareng, dan tahun 2024 penangkapan lima jurnalis pers mahasiswa Catatan Kaki UNHAS saat meliput aksi mahasiswa,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kegiatan ini mereka memperkenalkan platform www.jurnalismeaman.com, yang merupakan sebuah situs yang menyediakan panduan keamanan digital dan fisik, modul pelatihan, hingga kanal pelaporan insiden bagi jurnalis.

Acara ini berlangsung interaktif melalui sesi world café dan diskusi kelompok kecil. Peserta membahas berbagai isu mulai dari kekerasan saat peliputan aksi, intervensi kampus, hingga kebutuhan penguatan regulasi perlindungan bagi pers mahasiswa.

Sesi praktik dalam kegiatan ini dilangsungkan dengan peserta mencoba secara langsung. Peserta juga berkomitmen untuk menyematkan tautan platform Jurnalisme Aman pada situs atau media sosial masing masing LPM sebagai bentuk kolaborasi dan solidaritas.

Kegitan ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi bersama, di mana peserta menekankan pentingnya keberlanjutan pelatihan keamanan bagi pers mahasiswa di wilayah timur Indonesia.

Reporter: Andi Muh. Kholil Gibran Rusli

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *