BIOma – Lonomia obliqua merupakan spesies ngengat saturniid atau biasa dikenal sebagai ngengat sutra raksasa yang berasal dari Amerika Selatan. Kebanyakan ulat dari berbagai spesies mampu menyebabkan iritasi melalui bulu tubuhnya yang dapat menyuntikkan racun dengan mudah. Namun, Lonomia obliqua berbeda dengan kebanyakan spesies ulat lainnya karena mampu menghasilkan racun dalam jumlah yang cukup untuk membunuh manusia. Meskipun hanya seekor serangga, spesies ini memegang rekor dunia sebagai ulat paling beracun bagi manusia hanya melalui sentuhan kulit.
Lonomia obliqua dikenal sebagai “ulat pembunuh” oleh penduduk lokal Brasil. Ulat ini tidak menyengat sebagai reaksi pertahanan aktif seperti kebanyakan serangga lain, melainkan membahayakan secara pasif melalui ribuan duri runcing atau setae yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Selain itu, kemampuan kamuflasenya yang sangat baik, dengan tubuh berwarna cokelat kehijauan, membuatnya dapat berbaur dengan sempurna pada permukaan kulit pohon.
Dikutip dari inaturalist.org, penelitian menunjukkan bahwa racun yang terdapat pada permukaan tubuh ulat ini mengandung senyawa antikoagulan yang sangat kuat. Senyawa tersebut bekerja dengan menempel pada protein tertentu di dalam sel tubuh sehingga mengganggu proses pembekuan darah. Akibatnya, darah tidak dapat membeku secara normal dan menyebabkan terjadinya kebocoran pada pembuluh darah. Kondisi ini memicu pendarahan internal yang membuat jaringan di sekitarnya dipenuhi darah sehingga tampak seperti memar. Pendarahan tersebut kemudian dapat menyebar ke berbagai organ dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan tekanan pada otak dan menyebabkan kematian. Mekanisme inilah yang diduga menjadi penyebab ratusan kasus kematian, termasuk lebih dari 500 kematian yang dilaporkan akibat kontak dengan ulat Lonomia obliqua.
Dikutip dari mongabay.co.id, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal toksikologi Toxicon menunjukkan bahwa racun yang dimiliki Lonomia obliqua mengandung senyawa hemotoksik yang sangat kompleks. Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi dua protein utama yang berperan dalam mengganggu sistem pembekuan darah, yaitu Lopap (Lonomia obliqua prothrombin activator protease) dan Losac (Lonomia obliqua factor X activator). Kedua protein ini diketahui menjadi penyebab utama terjadinya gangguan serius pada sistem darah ketika racun ulat tersebut masuk ke dalam tubuh manusia.
Dengan kemampuan kamuflase yang baik serta sifatnya yang tidak menyerang secara aktif, keberadaan ulat ini sering kali tidak disadari oleh manusia. Oleh karena itu, pengetahuan tentang karakteristik dan bahaya Lonomia obliqua sangat penting agar masyarakat lebih waspada terhadap spesies ini serta memahami dampak biologis yang ditimbulkan oleh racunnya.
Reporter : Sitti Radiah Husna
![]()

