Revisi Taksonomi Parambassis Ungkap Spesies Baru dari Sumatra dan Kalimantan

Doc.Int

BIOma — Kajian terbaru di bidang biosistematika kembali mengungkap kekayaan keanekaragaman ikan air tawar Indonesia. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Journal of Fish Biology oleh Ghazali dkk. (2026) merevisi taksonomi ikan dari genus Parambassis yang selama ini dikenal luas sebagai Parambassis macrolepis di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Dalam studi tersebut, peneliti menerapkan pendekatan taksonomi integratif dengan mengombinasikan analisis karakter morfologi dan data DNA barcoding menggunakan gen Cytochrome Oxidase I (COI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen yang sebelumnya dianggap satu spesies ternyata merupakan cryptic species, yaitu kelompok spesies yang tampak mirip secara morfologi namun berbeda secara genetik.

Berdasarkan analisis tersebut, Parambassis macrolepis kemudian direvisi dan dibagi menjadi tiga spesies baru, yakni Parambassis sumatrana yang ditemukan di Sumatra Selatan, serta Parambassis kapuasensis dan Parambassis seruyanensis dari wilayah Kalimantan. Temuan ini menegaskan bahwa identifikasi taksonomi konvensional tanpa dukungan data molekuler berpotensi menyederhanakan kompleksitas biodiversitas.

Sebagaimana dijelaskan dalam publikasi Ghazali dkk. (2026), penggunaan DNA barcoding memungkinkan peneliti mendeteksi perbedaan genetik yang sebelumnya tidak teridentifikasi melalui pengamatan morfologi saja. Pendekatan ini kini menjadi standar penting dalam taksonomi modern, terutama di kawasan tropis yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi seperti Indonesia.

Dari aspek konservasi, revisi taksonomi ini memiliki dampak signifikan. Identifikasi spesies yang lebih akurat membantu pemetaan distribusi biota secara spesifik serta menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan dan perlindungan ekosistem air tawar. Spesies dengan sebaran geografis terbatas berpotensi lebih rentan terhadap perubahan lingkungan dan tekanan antropogenik.

Penemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa kajian biodiversitas Indonesia masih menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan. Dengan integrasi metode klasik dan molekuler, pemahaman terhadap kekayaan hayati nasional dapat terus diperbarui secara ilmiah dan berkelanjutan.

Reporter : Az Zahra Mim Nur Qalbiyah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *