Riset VAR HMPS Statistika UNM Ungkap Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok terhadap Ekspor Indonesia

Pamflet Riset (Doc. Ist)

BIOma – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) merilis hasil riset yang menganalisis dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok terhadap kinerja ekspor Indonesia. Menggunakan model Vector Autoregression (VAR), penelitian ini mengidentifikasi bagaimana ketidakpastian kebijakan ekonomi, nilai tukar USD/IDR, dan PDB riil global memengaruhi ekspor nasional.

Setelah melalui pengujian stasioneritas, data untuk variabel ekspor, nilai tukar, dan PDB global diolah menggunakan metode first differencing agar memenuhi asumsi model VAR. Penelitian ini kemudian menentukan bahwa Lag 5 adalah lag optimal untuk model, yang dipilih berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC) terkecil.

Hasil Uji Kausalitas Granger menunjukkan bahwa ekspor Indonesia tidak memiliki hubungan kausalitas langsung dengan indeks ketidakpastian kebijakan ekonomi, tetapi sangat dipengaruhi oleh nilai tukar USD/IDR dan PDB riil global. Temuan ini mengindikasikan bahwa dampak perang dagang tidak secara langsung memengaruhi ekspor, melainkan melalui saluran tidak langsung, yaitu fluktuasi nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi global.

Analisis Impulse Response Function (IRF) lebih lanjut menguatkan temuan ini, di mana ekspor Indonesia menunjukkan respon positif yang signifikan terhadap guncangan positif pada PDB riil global. Sebaliknya, guncangan pada nilai tukar USD/IDR memiliki dampak negatif pada ekspor dalam jangka pendek.

Penelitian ini secara khusus menyoroti peran sentral PDB riil global sebagai faktor utama yang memengaruhi ekspor Indonesia. Analisis Variance Decomposition (VD) menunjukkan bahwa meskipun variasi ekspor sebagian besar dijelaskan oleh dirinya sendiri, kontribusi dari PDB riil global adalah yang paling signifikan di antara variabel eksternal lainnya, mencapai sekitar 16%. Fakta ini menegaskan bahwa kinerja ekspor Indonesia sangat bergantung pada kesehatan ekonomi dunia. Ketika ekonomi global melambat, seperti yang sering terjadi akibat ketegangan dagang, maka permintaan terhadap komoditas dan produk ekspor Indonesia menurun, berdampak langsung pada kinerja ekspor secara keseluruhan.

Temuan ini memberikan dampak penting bagi para pembuat kebijakan. Karena ekspor Indonesia sangat rentan terhadap kondisi ekonomi global, pemerintah perlu fokus pada strategi diversifikasi pasar dan produk ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tunggal. Selain itu, kebijakan makroekonomi, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan nilai tukar, menjadi krusial untuk menjaga daya saing produk ekspor. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memahami hubungan timbal balik antara variabel-variabel ini, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih proaktif dan adaptif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Hasil riset lebih lanjut dapat diakses melalui link berikut.
https://lnk.ink/Analisis-Perang-Dagang-Amerika-Cina-Terhadap-Ekspor-Indonesia

Reporter: Murniati

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *