BIOma – Sebanyak 10 orang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2025 secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya terhitung sejak 17 Desember 2025. Pengunduran diri tersebut menjadi perhatian publik kampus karena dilakukan secara bersamaan oleh sejumlah pengurus dalam satu kabinet.
Berdasarkan keterangan Wakil Sekretaris Kabinet BEM-U, Muh. Ryaas Risyadi, pengunduran diri tersebut dipicu oleh persoalan internal yang terjadi di dalam kabinet. Ia menyebutkan bahwa miskomunikasi dan misinterpretasi antar pengurus menjadi faktor utama yang memengaruhi kenyamanan dan efektivitas kerja organisasi.
“Ya, benar ada 10 orang pengurus BEM UNM 2025 yang mengundurkan diri per 17 Desember kemarin. Faktor umum yang bisa saya serap adalah adanya miskomunikasi dan misinterpretasi di internal kabinet,” ungkap Ryaas saat dimintai keterangan.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan persoalan serius yang tidak bisa dianggap sepele, mengingat dampaknya cukup besar terhadap stabilitas dan keberlangsungan roda organisasi. Ia menilai bahwa situasi ini perlu disikapi secara dewasa dan bijaksana oleh seluruh elemen yang terlibat.
“Tanggapan saya sendiri, melihat kondisi ini memang sangat problematik, apalagi sampai membuat 10 pengurus mengundurkan diri. Oleh karena itu, situasi ini perlu ditangani secara intelektual dan dengan kepala dingin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ryaas berharap agar ke depannya seluruh elemen dalam Lingkar Kepemimpinan UNM dapat kembali membangun komunikasi yang sehat dan saling memahami. Hal tersebut dinilai penting agar visi dan semangat Hasta Cita LK UNM 9 Mata Orange dapat kembali terwujud secara utuh.
“Harapannya, ke depan Hasta Cita LK UNM 9 Mata Orange dapat kembali bersatu dan berjalan dengan harmonis,” tutupnya.
Reporter: Alya Makarimi & Nurlinda
![]()

