UNM Keluarkan Edaran Pelaksanaan Englishscore, Mahasiswa : Biaya Tes Terlalu Mahal

BIOma – Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) No. 997/UN36/HK/2021 tentang pemberlakuan tes profisiensi Bahasa Inggris “Englishscore” sebagai syarat ujian akhir mahasiswa berlaku efektif sejak Rabu (1/12/2021). Dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh UPT. Bahasa UNM. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi formulir tes di kantor UPT. Bahasa UNM atau mengisi formulir online melalui website UPT. Bahasa UNM dengan pilihan menu Englishscore.

Mahasiswa yang telah terdaftar sebagai peserta tes nantinya akan diberikan kode akses dan Jadwal Ujian oleh staf UPT Bahasa UNM. Mahasiswa hanya memiliki satu kali kesempatan practice test (latihan) sebanyak 1 (satu) kali dan berhak mengikuti real test (tes) maksimal sebanyak 4 (empat) kali. Mahasiswa akan memperoleh sertifikat dengan menggunakan skor tertinggi yang diperoleh dari 4 kali kesempatan (jika mahasiswa memilih hanya menggunakan satu kali kesempatan tes, maka nilai tes tersebut yang dicantumkan dalam sertifikat).

Biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti tes ini sebesar Rp. 289.000,- untuk setiap mahasiswa. Bukan nilai yang sedikit untuk seorang mahasiswa agar dapat mengakses tes ini. Banyak di antara kalangan mahasiswa khususnya Jurusan Biologi yang keberatan terkait biaya tes “Englishscore” ini.

Ainun Chamila, mahasiswi Jurusan Biologi angkatan 2018 mengaku bahwa biaya tes “Englishscore” cukup memberatkan terlebih ia mendapatkan informasi bahwa kampus lainnya akan menggratiskan tes ini kepada mahasiswanya.

Saya setuju dengan diadakannya tes ini karena mungkin ada pertimbangan sebagai peningkatan akreditasi atau SPI, tetapi ketika melihat surat edarannya yang menyatakan setiap mahasiswa harus membayar 289.000 untuk mengikuti tes, saya sangat tidak setuju. Sudah harus bayar UKT, mengapa biaya tes ini tidak diikutkan ke dalam tanggungan UKT, kampus lain gratis loh ini,” ungkapnya.

Senada dengan Ainun, Rivaldo Setiawan, mahasiswa Jurusan Biologi angkatan 2018 juga mengungkapkan bahwa tes “Englishscore” ini seharusnya tidak berbayar, ia juga mengaku bahwa tes ini akan menghambat mahasiswa untuk cepat selesai.

Sebenarnya saya tidak setuju karena mungkin susah bagi teman-teman untuk menyelesaikan studinya terlebih patokan nilai yang harus dilulusi tinggi. Kampus mungkin punya pertimbangan baik yang lain, misalnya saja mempermudah bagi mahasiswa yang ingin lanjutkan S2-nya. Tetapi bagaimana dengan mahasiswa yang ingin langsung kerja. Untuk biaya juga saya rasa harusnya tidak berbayar lagi,” ucap mahasiswa yang akrab disapa Valdo.

Reporter : Aqilah Fauziyah MF

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *