BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan dominasinya di ajang Abdidaya Ormawa 2025 setelah berhasil mempertahankan gelar Juara Umum yang diraih tahun lalu di Universitas Udayana, Bali. Pada tahun ini dinobatkan sebagai Raja Abdidaya Ormawa 2025, Minggu (07/12).
Abdidaya PPK Ormawa 2025 berlangsung pada tanggal 4–7 Desember 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan diikuti oleh 295 tim penerima pendanaan. Tim-tim ini menjalankan program pengabdian masyarakat yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan, serta pemberdayaan desa melalui inisiatif seperti Desa Wirausaha, Smart Farming, Desa Literasi, dan berbagai program lainnya.
Dilansir dari web kabarprofesiana.co.id. abdidaya PPK Ormawa merupakan salah satu ajang penghargaan tingkat nasional yang menjadi puncak pelaksanaan program PPK Ormawa. Kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada organisasi mahasiswa, dosen pendamping, perguruan tinggi, dan desa mitra atas kontribusi mereka dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Dalam rangkaiannya, Abdidaya menyajikan pameran poster, video, expo, serta berbagai kompetisi antar tim terbaik dari seluruh Indonesia.
Dilansir dari situs res-publica.id, dengan capaian 4 medali emas dan 2 medali perunggu, UNM kembali membuktikan dominasinya sebagai perguruan tinggi terkuat dalam kompetisi organisasi mahasiswa tingkat nasional, sekaligus unggul atas berbagai kampus besar lainnya.
Tabel perolehan medali menunjukkan, UNM menduduki peringkat pertama, kemudian disusul oleh Universitas Hasanuddin (UNHAS) dengan 3 emas. Selanjutnya Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meraih 2 emas, Universitas Jember 2 emas, Universitas Dian Nuswantoro (UDINU) 3 medali, Universitas Tidar 3 medali, Universitas Sebelas Maret 2 medali, serta Universitas Sumatera Utara dengan total 3 medali.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas konsistensi UNM sebagai kampus yang aktif memberdayakan organisasi mahasiswa dalam inovasi, pengabdian, dan pembangunan masyarakat. Pencapaian tahun ini juga melanjutkan citra positif yang telah ditorehkan UNM pada penyelenggaraan Abdidaya sebelumnya.
Reporter: Riski Ramadhani Adnan
![]()

