BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) mengambil langkah konkret untuk meringankan beban mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta pemberian bantuan biaya hidup bagi mahasiswa terdampak.
Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian institusi pendidikan dalam merespons situasi darurat kemanusiaan, sekaligus memastikan keberlangsungan studi mahasiswa agar tidak terhambat oleh tekanan ekonomi dan psikologis akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Pelaksana Harian Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mencermati dampak luas bencana terhadap keluarga mahasiswa UNM yang berasal dari wilayah terdampak. Dilansir dari bkm.fajar.co.id, Prof. Farida menegaskan bahwa kampus berkomitmen untuk tetap hadir mendampingi mahasiswa dalam kondisi sulit.
“UNM berkomitmen memastikan mahasiswa tetap bisa melanjutkan studi tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarganya. Karena itu, kami memberikan pembebasan UKT selama satu semester dan bantuan biaya hidup pada semester awal,” ungkap Prof. Farida, dilansir dari bkm.fajar.co.id, Senin (15/12).
Lebih lanjut, dilansir dari tribun-timur.com, UNM telah menginstruksikan seluruh fakultas dan program studi untuk melakukan pendataan aktif terhadap mahasiswa yang terdampak bencana. Pendataan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Berdasarkan data sementara, tercatat empat mahasiswa asal Sumatera Utara dan Aceh yang telah teridentifikasi sebagai penerima bantuan. Mereka berasal dari latar belakang fakultas yang berbeda, yakni Fakultas Ilmu Hukum dan Sosial (FISH) serta Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Prof. Farida juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan keempat mahasiswa tersebut untuk mendengar kondisi serta kebutuhan mereka secara langsung. Pertemuan ini menjadi ruang dialog agar kampus dapat memberikan dukungan yang lebih komprehensif.
“Anak-anak kita ini sedang menghadapi situasi yang tidak mudah karena orang tua mereka terdampak bencana. Insyaallah, UNM akan hadir membantu mereka,” ujarnya, dilansir dari tribun-timur.com.
Selain itu, UNM membuka ruang pelaporan bagi mahasiswa lain yang belum terdata namun terdampak bencana. Mahasiswa diimbau untuk segera melapor melalui fakultas masing-masing agar dapat memperoleh fasilitasi dan dukungan yang sesuai.
Melalui kebijakan ini, UNM berharap proses belajar-mengajar dapat tetap berlangsung secara efektif dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian bagi mahasiswa di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Reporter: Nurul Asmi Rustan & Ahmad Setiawan
![]()

