Ramadan 2026, Suasana Jualan di Depan Kampus Parangtambung UNM Menurun

Aktivitas pedagang di depan Kampus Parangtambung UNM. (Doc. LPM BIOma)

BIOma –  Aktivitas penjualan galdan takjil di depan Kampus Parangtambung Universitas Negeri Makassar mengalami penurunan jumlah pedagang pada Ramadan tahun ini. Dibandingkan tahun sebelumnya, kawasan yang biasanya dipadati lapak mahasiswa dan pedagang umum kini tampak lebih lengang, Jumat (27/02).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah titik yang sebelumnya dipenuhi penjual terlihat kosong. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi faktor cuaca. Hujan yang kerap turun dalam beberapa hari terakhir membuat area depan kampus becek dan kurang kondusif untuk aktivitas jual beli.

Deglory Viona, pengurus himpunan yang turut berjualan galdan, menilai kondisi cuaca menjadi salah satu penyebab berkurangnya pedagang. Menurutnya, genangan dan tanah berlumpur menyulitkan penjual mendapatkan tempat yang layak untuk membuka lapak.

Hal senada disampaikan Natasya, salah satu pedagang di lokasi. Ia mengungkapkan bahwa Ramadan tahun lalu lebih ramai dibandingkan tahun ini. Rata-rata pendapatan harian pada tahun sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp600.000, sedangkan tahun ini berkisar Rp400.000 per hari.

Berkurangnya jumlah pedagang tidak hanya memengaruhi suasana yang lebih sepi, tetapi juga berdampak pada penurunan pendapatan. Berdasarkan keterangan pedagang, terdapat selisih rata-rata sekitar Rp200.000 per hari dibandingkan Ramadan sebelumnya.

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas jual beli kembali meningkat, terutama menjelang puncak Ramadan. Situasi ini menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti cuaca dapat memengaruhi perputaran ekonomi musiman di sekitar lingkungan kampus.

Reporter: Vika Putri

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *