BIOma – Program Beasiswa Kalla 2026 kembali dibuka sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan tinggi bagi mahasiswa di kawasan Sulawesi. Program yang diselenggarakan oleh Yayasan Hadji Kalla melalui LAZ Hadji Kalla ini memberikan bantuan biaya pendidikan sekaligus pembinaan kepemimpinan bagi mahasiswa yang berprestasi dan aktif dalam kegiatan sosial.
Menurut informasi dari yayasanhadjikalla.or.id, Beasiswa Kalla ditujukan bagi mahasiswa asal Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Program ini bertujuan membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi serta mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial.
Dikutip dari news.fin.co.id, salah satu keunggulan Beasiswa Kalla 2026 adalah adanya bantuan biaya pendidikan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dapat membantu mahasiswa selama masa studi. Selain itu, penerima beasiswa juga memperoleh berbagai program pengembangan diri, seperti pelatihan kepemimpinan, penguatan keterampilan, dan kesempatan pengembangan kapasitas lainnya.
Panduan resmi program tersebut menyatakan bahwa masa pendaftaran Beasiswa Kalla 2026 dibuka mulai tanggal 25 Mei hingga 5 Juli 2026. Bantuan UKT yang diberikan memiliki batas maksimal sebesar Rp7.500.000 per semester bagi tiap mahasiswa. Nilai bantuan ini akan diberikan sejak mahasiswa dinyatakan diterima hingga maksimal semester 8 atau sampai mereka lulus kuliah.
Calon peserta wajib memenuhi beberapa persyaratan umum sebelum mendaftar. Pendaftar harus merupakan mahasiswa aktif semester 1 jenjang D3, D4, atau S1 yang berasal dari wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, atau Sulawesi Tengah. Pendaftar juga disyaratkan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Calon penerima beasiswa dapat memilih salah satu dari lima kategori atau jalur pendaftaran yang tersedia, yaitu Prestasi Akademik, Hafiz Alquran, Prestasi Olahraga & Seni, Keaktifan Berorganisasi, serta Disabilitas.
Calon pendaftar wajib menyiapkan dokumen pendukung sesuai kondisi keluarga, seperti surat keterangan tidak bekerja atau bukti pensiun orang tua. Bagi yang orang tuanya telah meninggal dunia dan diasuh wali, diperlukan surat kematian serta keterangan asuh, sedangkan pendaftar dari orang tua yang bercerai wajib melampirkan surat cerai. Seluruh berkas harus menyertakan tanda tangan valid, termasuk dalam bentuk barcode yang dapat dipindai dengan jelas.
Laporan dari porosmaju.com menyebutkan bahwa program ini juga bertujuan menekan angka putus kuliah, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Beasiswa Kalla tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi, kepemimpinan, dan kontribusi sosial mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Data yang dipaparkan Yayasan Hadji Kalla menunjukkan bahwa angka putus kuliah di beberapa wilayah Sulawesi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, kehadiran Beasiswa Kalla diharapkan dapat membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Reporter: RM 6
![]()

