LP2M UNM Gelar Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian dalam rangka Dies Natalis ke-65 UNM. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM mengangkat tema Transformasi Pendidikan untuk Generasi Masa Depan. Kegiatan berlangsung di Ballroom Theater Menara Phinisi, Jumat (11/9).

Plt. Rektor UNM, Prof.Farida Patittingi, dalam sambutannya sekaligus membuka seminar secara resmi, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia di bidang riset dan inovasi. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih UNM harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan kontribusi akademik bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran narasumber dari BRIN dan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi sivitas akademika UNM dalam mengembangkan riset yang berkualitas dan berdampak.

“Pimpinan harus hadir untuk mendengarkan, melihat, kemudian menerjemahkan berbagai hal penting menjadi kebijakan yang mampu memperkuat sumber daya manusia, khususnya di bidang riset,” ujarnya.

Seminar menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Agus Haryono, serta Ketua Komite Akreditasi Nasional Pendidikan Formal, Prof. Aris Munandar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65 UNM.

Ketua Panitia, Prof. Erma Suryani Sahabuddin, mengungkapkan bahwa seminar nasional ini tidak hanya menjadi wadah diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi program penelitian dan pengabdian yang didanai oleh UNM.

“Forum ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan serta mendorong hasil penelitian dan pengabdian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data panitia, seminar yang dilaksanakan secara hybrid diikuti oleh 1.482 peserta. Sebanyak 115 naskah ditujukan untuk publikasi jurnal, 336 naskah untuk prosiding, dan 953 naskah untuk handbook.

Sesi pemaparan materi, Prof. Agus Haryono menyoroti posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) yang masih berada pada peringkat ke-55 dunia. Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah rendahnya investasi riset dari sektor swasta.

“Belanja riset sektor swasta Indonesia masih sekitar 15 %, sedangkan di negara maju kontribusinya bisa mencapai lebih dari 60 %,” jelasnya.

Selain memaparkan kondisi riset nasional, Prof. Agus juga memperkenalkan sejumlah program BRIN yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa, seperti kompetisi penelitian tugas akhir mahasiswa, beasiswa degree by research, serta program mobilitas riset dan postdoctoral.

Sementara itu, Prof. Aris Munandar mengajak peserta merefleksikan perjalanan lebih dari dua dekade perluasan mandat Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sejak bertransformasi dari IKIP menjadi universitas.

Menurutnya, LPTK perlu kembali memperkuat identitasnya sebagai lembaga pencetak guru profesional di tengah semakin banyaknya perguruan tinggi non-LPTK yang mulai membuka program pendidikan guru.

“Jangan sampai kita kehilangan roh sebagai perguruan tinggi pencetak guru, sementara perguruan tinggi lain justru mengambil peran tersebut,” tegasnya.

Ia juga mendorong lahirnya skema riset kolaboratif yang melibatkan dosen ilmu murni dan dosen kependidikan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk pada bidang STEM dan kecerdasan buatan (AI).

“Ilmu murni harus hadir untuk memperkuat LPTK dan memperkuat pendidikan kita. Masuklah di situ gabung para periset ilmu murni dan periset kependidikan untuk menciptakan kualitas riset yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

UNM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Reporter: Mutmainna

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *