Tim PKM UNM Terapkan Organic Farming Berbasis Pekarangan, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Pertanian organik berbasis pekarangan yang dikembangkan oleh tim PKM PNBP FMIPA UNM (Doc. Ist)

BIOma –  Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan penerapan organic farming berbasis pekarangan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Mangasa, Kota Makassar. Kegiatan ini melibatkan 15 orang masyarakat sasaran dan diarahkan untuk mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai ruang produksi pangan yang produktif, terorganisasi, dan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pengenalan konsep pertanian organik, penataan area tanam, budidaya sayuran, optimalisasi ruang melalui ajir dan rambatan, serta pendampingan pemeliharaan tanaman. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai pelaksana aktif dalam pengelolaan pekarangan.

Ketua tim kegiatan, Prof. Rachmawaty, bersama anggota tim Prof. Hilda Karim, Prof. Alimuddin dan Prof. Hartati, Nurul Iffah Amalia serta Nurul Miftahul Jannah, mengembangkan kegiatan yang menghubungkan pengetahuan pertanian organik dengan praktik langsung di lapangan.

Tahap awal kegiatan difokuskan pada pengenalan tujuan program, prinsip organic farming, pemanfaatan lahan pekarangan, pengelolaan tanaman, serta pentingnya penggunaan input yang lebih ramah lingkungan. Masyarakat kemudian diarahkan untuk menerapkan pengetahuan tersebut melalui penataan area pekarangan menjadi bedeng-bedeng tanam yang lebih terorganisasi.

Penataan bedeng dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi ruang dan kemudahan pemeliharaan. Setelah area tanam tersedia, masyarakat mulai melakukan penanaman berbagai tanaman sayuran. Dokumentasi lapangan memperlihatkan tanaman telah tumbuh pada sejumlah bedeng dengan kondisi dan kerapatan yang beragam. Tahap ini menunjukkan bahwa program telah bergerak dari persiapan fisik menuju proses produksi biologis di pekarangan.

Bagian penting dalam penerapan organic farming pada pekarangan salah satunya adalah pemanfaatan ruang secara efisien. Karena luas lahan pekarangan tidak selalu besar, tim mengenalkan penggunaan ajir dan rambatan untuk tanaman yang membutuhkan penopang. Strategi ini memungkinkan pemanfaatan ruang vertikal sekaligus membantu pengaturan tanaman agar lebih mudah dipelihara.

Tanaman yang telah ditanam selanjutnya dipelihara melalui penyiraman, penyiangan, penyulaman tanaman yang pertumbuhannya kurang baik, pengaturan rambatan, serta pengamatan terhadap gangguan tanaman. Pendampingan dilakukan agar masyarakat memiliki pengalaman langsung dalam menjaga keberlanjutan kebun pekarangan hingga memasuki tahap panen.

Pada tahap pelaksanaan saat ini, manfaat yang telah terlihat terutama berupa tersedianya area tanam yang lebih tertata, berkembangnya tanaman sayuran, serta meningkatnya pengalaman masyarakat dalam menyiapkan dan mengelola pekarangan sebagai ruang produksi pangan. Tim menilai bahwa keberlanjutan program akan sangat bergantung pada konsistensi pemeliharaan, pencatatan produksi, diversifikasi tanaman, dan penguatan praktik penggunaan bahan organik.

Tim PKM akan melanjutkan pendampingan hingga tahap panen dan evaluasi. Pengukuran berikutnya akan diarahkan pada pencatatan hasil panen, pengelolaan limbah organik dan kompos, penguatan komponen sistem pertanian sesuai kondisi lokasi, serta dokumentasi perubahan manfaat bagi rumah tangga. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi akhir dan penyelesaian luaran program.

Hal ini menunjukkan bahwa, UNM terus berupaya mendorong agar pekarangan tidak hanya menjadi ruang terbuka di sekitar rumah, tetapi berkembang menjadi sumber pangan yang dikelola masyarakat secara aktif. Organic farming berbasis pekarangan diharapkan dapat menjadi praktik sederhana yang dapat dipertahankan dan dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga di lingkungan perkotaan.

Reporter: Alvioni Marsela

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *