BIOma – Upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah terus didorong melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan pelatihan dengan memanfaatkan sampah plastik sebagai tempat sampah organik di Kabupaten Takalar yang berlangsung di SMP Negeri 2 Takalar, Rabu (08/07).
Kegiatan ini diikuti oleh 27 guru MGMP IPA SMP yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Takalar. Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan sampah plastik sebagai tempat sampah organik sekaligus mendorong tumbuhnya budaya memilah sampah di lingkungan sekolah. Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Dr. Andi Faridah Arsal dengan anggota Dr. Evi Ristiana, Dr. Musawira, dan Christina Aryanti Pada Soa.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai permasalahan sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan, pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, serta peran sekolah dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pemanfaatan sampah plastik sebagai tempat sampah organik. Melalui kegiatan tersebut, sampah plastik yang selama ini dipandang sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi sarana edukasi sekaligus mendukung penerapan pemilahan sampah di sekolah.
Ketua tim pelaksana, Dr. Andi Faridah Arsal, mengatakan bahwa keterlibatan guru sangat penting dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan karena sekolah merupakan ruang strategis dalam membentuk karakter dan perilaku peserta didik.
“Guru memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat menerapkan budaya pilah sampah serta mengembangkan kegiatan edukatif yang mendorong peserta didik untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru aktif mengikuti diskusi, berbagi pengalaman mengenai permasalahan pengelolaan sampah di sekolah, serta membahas berbagai alternatif penerapan budaya pilah sampah yang dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.
Tim pelaksana berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan melalui penerapan budaya pilah sampah secara konsisten di sekolah. Guru peserta pelatihan diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada peserta didik dan rekan sejawat sehingga semakin banyak sekolah yang menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Meningkatnya keterlibatan guru dalam pengelolaan sampah, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih, meningkatkan kesadaran lingkungan peserta didik, serta memperkuat budaya memilah sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Takalar.
Reporter: Alvioni Marsela
![]()

