BIOma – Terumbu karang dunia semakin kehilangan waktu untuk memulihkan diri akibat gelombang panas laut dan peristiwa pemutihan karang yang kian sering terjadi. Dikutip dari darilaut.id, laporan Status of Coral Reefs of the World: 2025 yang dirilis oleh Global Coral Reef Monitoring Network (GCRMN) menunjukkan penurunan tutupan karang keras global berdasarkan 21,1 juta pengamatan di 124 negara selama lebih dari 40 tahun. Perubahan iklim dan peningkatan suhu laut menjadi tekanan utama yang memengaruhi keberlangsungan ekosistem ini.
Sementara itu, dikutip dari firstpost.com, peningkatan suhu laut tersebut menyebabkan karang mengalami stres sehingga mengeluarkan alga mikroskopis yang hidup bersimbiosis di tubuhnya. Hilangnya alga ini memicu pemutihan atau coral bleaching. Meskipun tidak selalu berujung pada kematian, kondisi tersebut melemahkan karang serta membuatnya jauh lebih rentan terhadap penyakit.
Masalah yang semakin mengkhawatirkan saat ini adalah makin singkatnya waktu pemulihan. Terumbu karang yang sebelumnya memiliki jeda puluhan tahun untuk pulih pasca-pemutihan besar, kini hanya memiliki waktu sekitar lima hingga enam tahun sebelum menghadapi gelombang panas berikutnya. Ketika suhu laut kembali meningkat sebelum karang pulih sepenuhnya, proses pemulihan menjadi sangat sulit dan memicu penurunan tutupan karang secara berulang.
Penulis utama laporan GCRMN, Manuel González Rivero, menanggapi kondisi tersebut, menyatakan bahwa, “Hal yang paling mengkhawatirkan bagi saya bukanlah hilangnya tutupan karang keras saat ini, melainkan fakta bahwa kita terus mengikis kondisi yang mereka butuhkan untuk pulih.” Kemampuan terumbu karang untuk bertahan dan memulihkan diri juga semakin terkuras akibat berbagai tekanan lokal tambahan, seperti kualitas air yang buruk, penangkapan ikan berlebihan, dan pembangunan di wilayah pesisir.
Tekanan ganda terus berlanjut jika intensitas tinggi dan waktu pemulihan yang memendek, risiko kerusakan ekosistem terumbu karang akan semakin berat. Meski demikian, para peneliti menilai masih terdapat harapan untuk meningkatkan ketahanannya. Langkah konkret untuk mengurangi tekanan lokal maupun global mutlak diperlukan agar terumbu karang mendapatkan waktu yang cukup untuk memulihkan diri dari dampak pemanasan laut.
Reporter: Maisya Audia
![]()

