BIOma – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) Tahun 2026 melaksanakan pelatihan Teknik Impresi Epidermis Daun (Leaf Microprint Technique) sebagai Inovasi Pembelajaran Sains untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan bagi Guru dan Siswa SMP-SMA bersama MGMP Biologi SMA Kabupaten Takalar, pada Selasa (07/07). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan guru dalam penggunaan mikroskop dan penerapan teknik sederhana untuk mengamati struktur epidermis dan stomata daun.
Kegiatan dipimpin oleh Hartono, selaku ketua, bersama anggota Prof. Muhiddin P., Prof. Oslan Jumadi, dan Yusnaeni Yusuf. Tim juga melibatkan mahasiswa Rabiul Sani dan Syiera Septyra Daunlangi.
Pelatihan mencakup pengenalan bagian dan prinsip kerja mikroskop, teknik pengoperasian mikroskop, pembuatan preparat epidermis daun menggunakan teknik Leaf Microprint, serta pengamatan dan dokumentasi struktur mikroskopis. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik secara langsung.
Peserta bekerja secara berkelompok pada sesi praktik untuk menyiapkan bahan, membuat impresi epidermis daun, dan menyiapkan preparat untuk diamati menggunakan mikroskop. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi guru dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran Biologi berbasis pengamatan langsung.
Tim PKM UNM mendorong guru Biologi untuk memanfaatkan teknik Leaf Microprint sebagai alternatif praktikum yang sederhana, kontekstual, dan berbasis pengamatan langsung. Struktur epidermis dan stomata daun dapat dimanfaatkan sebagai objek pembelajaran untuk menghubungkan konsep Biologi dengan kondisi lingkungan di sekitar peserta didik.
Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata capaian kegiatan sebesar 80,5% dengan kategori baik. Kemampuan pengoperasian mikroskop dan keterlibatan peserta masing-masing mencapai 90% (sangat baik), pengamatan dan dokumentasi mikroskopis 80% (baik), serta pemanfaatan dalam pembelajaran Biologi 82% (baik). Sementara itu, kemampuan pembuatan Leaf Microprint mencapai 73% dan kualitas preparat 68%, sehingga kedua aspek tersebut menjadi fokus penguatan pada tahap pendampingan berikutnya.
Reporter: Nisharieva Filani
![]()

