Pemancangan Perdana Masjid Ulil Albab UNM Swadaya, Ditargetkan Tampung 1.200 Jamaah

Pemancangan Perdana dalam Rangka Pembangunan Masjid Ulil AlBab (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Pemancangan perdana dalam rangka pembangunan Masjid Ulil Albab dilaksanakan di Universitas Negeri Makassar (UNM), Parangtambung, pada Sabtu (31/10). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan awal pembangunan masjid yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan tempat ibadah bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika UNM.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Ulil Albab, Prof. Hamzah Upu, menjelaskan bahwa pembangunan masjid dengan kapasitas lebih luas diperlukan seiring meningkatnya jumlah mahasiswa dan aktivitas di lingkungan kampus. Menurutnya, ketersediaan ruang yang memadai dibutuhkan agar jamaah dapat melaksanakan berbagai kegiatan dengan nyaman.

Masjid Ulil Albab direncanakan memiliki tiga lantai dengan kapasitas sekitar 1.200 orang. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dan seluruh civitas akademika dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.

“Jadi prospeknya ini nanti insyaallah bisa melayani sekitar 1.200 orang, mulai dari lantai satu, kemudian lantai dua, lantai tiga,” ungkapnya.

Selain sebagai tempat ibadah, Prof. Hamzah berharap Masjid Ulil Albab dapat menjalankan empat fungsi utama, yakni dakwah, ta’lim wa ta’allum atau kegiatan belajar dan mengajar, zikir dan ibadah, serta pelayanan kepada jamaah. Fungsi pelayanan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui penyediaan berbagai kebutuhan jamaah, seperti air minum dan fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Perencana Desain Masjid Ulil Albab, Prof. Agussalim Djirong,  menjelaskan bahwa setelah prosesi peletakan batu pertama, pembangunan memasuki tahap pemancangan. Tahapan selanjutnya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran serta hasil pembahasan bersama pihak pimpinan.

“Jadi nanti kita sesuaikan dengan anggarannya. Berapa jumlah anggaran yang tersedia, kemudian kita bicarakan sampai di mana lagi yang mau dikerjakan,” jelasnya.

Pelaksanaan pembangunan Masjid Ulil Albab mengandalkan pendanaan dari swadaya masyarakat. Oleh karena itu, proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan dana yang berhasil dihimpun. Apabila anggaran telah mencukupi, pengerjaan akan kembali dilanjutkan pada tahap berikutnya. Selain itu, pelelangan juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung pendanaan pembangunan masjid.

Terkait estimasi penyelesaian, Prof. Agussalim memperkirakan pembangunan masjid membutuhkan waktu sekitar dua tahun apabila pendanaan berjalan lancar. Namun, waktu tersebut masih bersifat perkiraan karena kelanjutan pembangunan bergantung pada ketersediaan dana. Dengan sistem pendanaan yang dilakukan secara bertahap, pembangunan berpotensi berlangsung selama beberapa tahun hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan.

Dimulainya pemancangan perdana ini menjadi langkah lanjutan dalam mewujudkan pembangunan Masjid Ulil Al-Bab UNM. Kehadiran masjid dengan kapasitas yang lebih besar diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan ibadah, tetapi juga menjadi sarana dakwah, pembelajaran, dan pelayanan bagi seluruh civitas akademika UNM.

Reporter: Nur Mala Sari & Nurul Qalbi Shabirah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *