Dorong Pembelajaran STEAM, Dosen Biologi FMIPA UNM Dampingi Guru SDN 155 Atakka Produksi POC

Pelatihan dan Pendampingan Guru dalam Integrasi Pendekatan STEAM & KPS (Doc. Ist)

BIOma – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan pendampingan bagi para guru di SD Negeri 155 Atakka, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Nurhayati B., dengan fokus pada pelatihan dan pendampingan guru dalam mengintegrasikan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Pendekatan tersebut diaplikasikan melalui proyek pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang berbasis pada prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Tim PKM terdiri dari Prof. Nurhayati B., Prof.  Yusminah Hala, Dr. Ismail, Dr. Suhartini Azis, Andi Rahmat Saleh, dan Syamsul.

Pendampingan dilakukan melalui sosialisasi, penyampaian materi, hingga praktik langsung pembuatan POC. Para guru juga terlibat dalam pengamatan proses fermentasi untuk melihat perubahan yang terjadi selama pembuatan pupuk organik cair.

Sebelum kegiatan berlangsung, sebanyak tujuh dari sembilan guru yang menjadi responden mengaku belum pernah membuat POC. Meskipun sebagian besar sudah memiliki informasi mengenai STEAM, keterampilan proses sains, dan POC, penerapannya dalam pembelajaran masih perlu dikembangkan.

Setelah mengikuti pendampingan, pemahaman guru mengalami peningkatan. Pemahaman mengenai penerapan STEAM meningkat dari 22,22 % menjadi 100 %, sedangkan pemahaman mengenai POC meningkat dari 55,56 % menjadi 100 %.

Informasi berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan, pendampingan ini berhasil meningkatkan kapasitas guru secara signifikan dari tahap pre-test ke post-test. Seluruh peserta yang terlibat (100%) menyatakan telah memahami konsep dan teknik pembuatan POC. Selain itu, sebanyak 77,78% guru dinilai mampu mengaitkan proses pembuatan pupuk tersebut secara langsung dengan aktivitas pembelajaran sains, seperti mengamati, mengukur, menyimpulkan, serta mengomunikasikan hasil kepada peserta didi

Sebanyak delapan dari sembilan guru atau 88,89 persen menyatakan memperoleh pemahaman utama melalui kegiatan pendampingan. Seluruh guru yang mengikuti evaluasi juga menyatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat.

Kadanya kegiatan POC diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai hasil praktik, tetapi juga sebagai media pembelajaran IPAS yang menghubungkan keterampilan mengamati, mengukur, menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil. Kegiatan selanjutnya masih memerlukan tindak lanjut, khususnya dalam penerapan POC pada tanaman dan pengembangan pembelajaran berbasis proyek di kelas.

Reporter: Mutiara Fajri Acsha

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *