BIOma – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis (HIMANIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif dengan teman, “Kampus Kopi: Pemberdayaan Pemuda Melalui Wisata Edukasi Berbasis Kekayaan Intelektual Komunal dengan Strategy Participatory Action Research untuk Kemandirian Desa Arabika,” kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu (25-27/08).
Hari pertama diadakan kelas kopi “Journey of Coffee: Menyusuri Sejarah
dan Proses Kopi” yang menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Ramly Usman sebagai penggiat kopi bersama Muh Ismail Alfaridzi sebagai prosessor kopi Sinjai, Senin (25/08).
Peserta diajak menelusuri perjalanan kopi mulai dari sejarah, proses pengolahan, hingga peluang pengembangan kopi lokal sebagai kekuatan ekonomi desa.
Kegiatan berlanjut pada keesokan harinya dengan Pelatihan Public Speaking bertema “Strong Mind, Strong Voice” yang dibawakan oleh Marwah Juwita Yusuf, Selasa (26/08).
Pelatihan ini menekankan pentingnya keterampilan komunikasi efektif bagi generasi muda, khususnya dalam membangun rasa percaya diri serta keberanian berbicara di ruang publik.
Sebagai penutup, peserta diajak menyaksikan bersama film Filosofi Kopi yang semakin
memperkuat pesan mengenai nilai, budaya, dan filosofi kopi sebagai identitas serta peluang pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pemuda desa Arabika yang menjadi sasaran utama program, serta antusiasme masyarakat umum yang turut hadir. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolektif untuk belajar dan berkolaborasi demi kemandirian desa.
Ketua Tim PPK Ormawa HIMANIS FIS-H UNM menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan praktis, tetapi juga membuka ruang dialog antara generasi muda dan masyarakat mengenai potensi kopi Arabika sebagai aset komunal desa.
“Kami berharap pemuda Desa Arabika tidak hanya menjadi penikmat kopi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam memajukan desa melalui kopi,” ujarnya.
Berjalannya program ini diharap menjadikan Desa Arabika semakin dikenal sebagai destinasi wisata edukasi berbasis kopi, sekaligus menjadi contoh pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kekayaan intelektual lokal.
Reporter: Khusnul Khatimah
![]()

