BIOma – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan program Mahasiswa Berdampak sebagai bentuk keterlibatan langsung mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Program ini dirancang untuk menjembatani fase tanggap darurat menuju pemulihan berkelanjutan berbasis kapasitas lokal.
Melalui program ini, Kemendiktisaintek akan menurunkan hingga 10.000 mahasiswa ke wilayah bencana di Sumatera. Program tersebut akan menerima 150 proposal dengan dukungan pendanaan maksimal Rp120 juta per proposal. Respons positif dari universitas dan institusi pendidikan menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam berkontribusi pada pemulihan bencana.
Mahasiswa akan ditempatkan di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penempatan berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi yang memiliki surat keputusan resmi, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas, BEM tingkat fakultas, unit kegiatan mahasiswa, dan himpunan mahasiswa. Setiap tim terdiri atas minimal 50 orang dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam.
Program Mahasiswa Berdampak menitikberatkan pemulihan dampak bencana pada tiga bidang utama, yaitu pangan, energi, dan kesehatan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan melaksanakan lima kegiatan utama. Pertama, peningkatan akses layanan publik dan fasilitas umum. Kedua, peningkatan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Ketiga, peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas masyarakat. Keempat, pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat. Kelima, penguatan ketahanan komunitas pascabencana. Program ini menerapkan pendekatan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Program tersebut dibagi ke dalam empat fase sebagai berikut.
- Fase pendaftaran, berlangsung pada 14–25 Januari, meliputi pengumuman, sosialisasi, dan verifikasi administrasi.
- Fase persiapan, pada 26–28 Januari, mencakup penandatanganan kontrak dan pencairan dana.
- Fase pelaksanaan, berlangsung dari 28 Januari hingga 28 Februari, dengan mahasiswa melaksanakan kegiatan di lokasi selama satu bulan penuh.
- Fase pelaporan, dilaksanakan pada 2–16 Maret saat mahasiswa kembali ke kampus.
Sumatera telah mengalami bencana berlapis berupa banjir bandang dan longsor. Pemulihan pascabencana memerlukan pendampingan masyarakat secara intensif agar masyarakat dapat bangkit secara mandiri.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi generasi muda mengenai tanggung jawab sosial dan kepemimpinan di tingkat komunitas.
Untuk informasi selengkapnya, masyarakat dapat mengakses situs resmi bima.kemdiktisaintek.go.id.
Reporter: Yohanis Roy Pabidang
![]()

