Mengenal Penyakit OCD, Simak Gejala dan Faktor Penyebabnya

Ilustrasi OCD (Doc. Int)

BIOma – Sering mengecek sesuatu berulang kali? Memastikan segala hal sudah benar bisa jadi kebiasaan yang baik. Akan tetapi, beberapa orang punya kebiasaan untuk berulang kali mengecek sesuatu. Misalnya, jika seseorang sudah mengunci pintu rumah dan berangkat menuju kampus atau kantor namun, masih tidak yakin jika sudah mengunci pintu atau belum. Akibatnya, seseorang tersebut memutuskan untuk kembali mengecek kunci pintu. Hal ini bisa dilakukan sampai lima kali atau lebih di waktu yang sama. Contoh tersebut dinamakan dengan gangguan obsesif kompulsif atau Obsessive Compulsive Disorder (OCD).

Dilansir dari laman Alodokter.com, Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan psikologis atau mental yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran (obsesif) yang tidak terkendali, sehingga mendorongnya untuk melakukan perilaku berulang (kompulsif). Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan. Ketika mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi, namun justru tambah stres dan gelisah. Pada akhirnya, seseorang akan merasa terdorong untuk melakukan tindakan kompulsif untuk meredakan stres. Meski kebiasaan kompulsif sudah dilakukan dan untuk sementara bisa mengurangi kegelisahan. Bahkan, dalam kasus yang parah, lingkaran obsesif kompulsif ini bisa terjadi terus menerus hingga mengganggu aktivitas.

Penyebab dari OCD belum bisa diketahui secara pasti. Diduga karena adanya masalah pengiriman informasi pada bagian otak yang satu dengan lainnya, atau mungkin juga bisa disebabkan oleh masalah stress yang berat. Faktor turunan genetik dari keluarga, serta kecelakaan psikologis masa lalu juga bisa memicu seseorang mengalami OCD. Selain itu, faktor lingkungan hidup seseorang dapat memicu OCD atau memperparah gejala OCD seperti kekerasan, perubahan dalam situasi hidup, penyakit infeksi, kematian orang yang dicintai, perubahan atau masalah yang berhubungan dengan pekerjaan atau sekolah, dan masalah dalam hubungan pribadinya. Gangguan OCD umumnya terjadi pada masa remaja atau dewasa muda.

Penderita OCD umumnya memperlihatkan gejala sebagai berikut : (1) Bolak-balik mengecek ulang sesuatu secara berlebihan, (2) Mencuci tangan berkali-kali sampai lecet, (3) Menyusun benda menghadap ke arah yang sama, (4) Memeriksa berulang kali apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu, (5) Berulang kali menanyakan kabar orang terdekat, (6) Mengulang-ulang pembicaraan atau melakukan hal-hal lain untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan, (7) Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membersihkan sesuatu, (8) Selalu menata barang-barang sesuai dengan keinginannya, karena jika tidak, dirinya akan merasa gelisah. Gejala yang timbul umumnya dimulai secara bertahap dan cenderung berbeda-beda dalam tingkat keparahannya. Gejala tersebut akan bertambah parah ketika seseorang sedang dilanda stres.

Jika mengalami gejala OCD, hal yang harus dilakukan yaitu segera periksa ke terapis, dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater), atau psikolog. Terapi perilaku kognitif diperlukan dengan tujuan membuat pengidap OCD mampu mengatur pikiran dan belajar memahami bahwa pikiran-pikiran yang dialaminya hanya  sebuah kecemasan. Jika tidak ditangani, maka OCD dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Reporter : RM 1

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *