Penyerangan di FMIPA UNM Dini Hari: Sejumlah Fasilitas Rusak, Motif Belum Diketahui

Salah Satu Fasilitas Fakultas yang Rusak (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi sasaran penyerangan yang menyebabkan sejumlah fasilitas di lingkungan fakultas mengalami kerusakan cukup parah, Selasa (04/11).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA hingga menjelang pukul 05.00 WITA. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNM, Rizky Andika Putra, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa konflik berlangsung cukup intens.

“Kejadian secara langsung berlangsung sejak jam satu lewat hingga hampir jam lima saat azan subuh. Konfliknya terjadi cukup intens,” ungkap Rizky.

Rizky menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan identitas para pelaku penyerangan. Namun, menurutnya, titik kumpul para pelaku berada di sekitar area dekanat Fakultas Teknik.

“Kami belum bisa memastikan apakah mereka mahasiswa atau bukan karena belum ada kabar pasti. Tapi mereka stand by dan titik kumpulnya ada di dekanat Fakultas Teknik,” ujarnya.

Hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat 33 titik kerusakan di lingkungan FMIPA, di antaranya kaca yang pecah, plafon ruang Prodi IPA yang rusak, kerusakan di aula fakultas, serta sebuah motor yang menjadi sasaran di sekitar sport center. Gerbang FMIPA yang berbatasan langsung dengan Fakultas Teknik juga mengalami kerusakan.

“Saya tentu sangat tidak sepakat dengan kejadian seperti ini. Beberapa komunikasi sebelumnya saya nilai mencederai komitmen dengan teman-teman, apalagi setelah melihat langsung bukti kerusakan yang cukup banyak,” tambahnya.

Hingga saat ini, motif penyerangan masih belum diketahui. Beberapa dugaan menyebutkan pelaku berada dalam keadaan tidak sadar, bahkan ada yang beranggapan bahwa mereka merupakan pihak bayaran. Namun, Rizky menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi.

“Ada yang bilang mereka tidak sadar, ada juga yang bilang bayaran, tapi kami belum bisa memastikan mereka bagian dari mana,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak fakultas dan aparat kepolisian telah melakukan koordinasi sejak dini hari.

“Sebelum jam empat, pimpinan dari Fakultas Teknik dan FMIPA sudah datang ke lokasi. Saya rasa sudah jelas bahwa dini hari tadi sudah dilakukan koordinasi dengan Polsek Tamalate,” jelasnya.

Terkait penanganan kerusakan, Rizky menyebut bahwa vendor keamanan dan kepala satpam akan diminta bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

“Menurut saya, ini termasuk kelalaian dalam tupoksi mereka sehingga kejadian seperti ini bisa terjadi,” tegasnya.

Pihak kampus bersama aparat kepolisian saat ini masih menyelidiki insiden tersebut untuk memastikan motif dan pihak yang terlibat.

Reporter: Az Zahra Mim Nur Qalbiyah & Nurlinda

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *