BIOma – Ekspedisi ke kawasan Kawah Purba, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), berhasil mengumpulkan lebih dari 1.200 spesimen flora dan fauna. Dari hasil pengumpulan tersebut, tim berhasil mengidentifikasi setidaknya 450 spesies dari 60 genus dan lebih dari 90 famili. Beberapa temuan bahkan diduga merupakan spesies baru yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Dilansir dari radartvnews.com, ekspedisi tersebut berlangsung pada 10-17 Oktober 2026 yang melibatkan 85 orang terdiri atas petugas taman nasional, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), relawan, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini dilakukan untuk mendata keanekaragaman hayati di kawasan Kawah Purba.
Menurut laporan ekuatorial.com, kawasan Kawah Purba masih memiliki data keanekaragaman hayati yang relatif terbatas dibandingkan dengan beberapa wilayah lain di TNGGP, seperti Cibodas, Situ Gunung, Bodogol, dan Selabintana. Hal tersebut menjadikan pendataan melalui ekspedisi ini penting untuk memperluas informasi ilmiah tentang flora dan fauna di kawasan tersebut.
Berbagai kelompok peneliti melakukan pengamatan terhadap flora dan fauna. Salah satu hasilnya berasal dari tim tumbuhan paku yang mengumpulkan 83 nomor koleksi, mencakup 75 spesies dan 25 genus. ekuatorial.com juga melaporkan bahwa beberapa temuan tumbuhan paku tersebut berpotensi menjadi spesies baru atau termasuk jenis langka dan terancam. Sebanyak 25 spesies di antaranya merupakan penanda keberadaan hutan primer.
Pengamatan terhadap fauna juga menghasilkan sejumlah catatan. Menurut laporan voi.id, tim peneliti mamalia mencatat enam spesies yang dijumpai secara langsung, di antaranya owa jawa, kancil, dan lutung jawa. Tim juga menemukan jejak dan feses macan yang masih baru. Sementara itu, tim burung mencatat sekitar 80 jenis selama empat hari pengamatan.
Pengamatan pada malam hari menghasilkan catatan 16 jenis katak dan reptil, termasuk kodok merah (Leptophryne cruentata) yang merupakan satwa endemik Jawa Barat dan berstatus terancam. Tim peneliti serangga juga mencatat 8 jenis kupu-kupu endemik Jawa Barat serta beberapa jenis kunang-kunang. Temuan tersebut menunjukkan beragamnya kelompok flora dan fauna yang berhasil didata selama ekspedisi.
Hasil ekspedisi ini diharapkan dapat memperkaya data keanekaragaman hayati di kawasan TNGGP sekaligus menjadi dasar bagi penelitian lanjutan. Informasi yang diperoleh juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya konservasi dan penyusunan strategi pengelolaan kawasan, terutama dalam menjaga keberadaan flora dan fauna di Kawah Purba.
Reporter: Nurasyifa Warahma
![]()

