Bioma – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengalami perubahan penting di pucuk pimpinan perguruan tinggi negeri tersebut. Pada Rabu (4/2) saat momentum wisuda periode Februari, Prof Farida Patittingi secara resmi diperkenalkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM menggantikan Prof Karta Jayadi yang sebelumnya dinonaktifkan dari jabatannya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Prof Farida sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Rektor sejak November 2025.
Hal ini di sampaikan langsung oleh Wakil Rektor I UNM, Prof Aslida yang menyampaikan bahwa Prof Faridah merupakan Plt Rektor UNM.
“Assalamualaikum warahmatullahi wa wabarokatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Yang senantiasa kita hormati dan banggakan, Plt Rektor Universitas Negeri Makassar, Ibu Professor Doktor Faridah Patittingi S.H., M. Hum,” ucapnya mengawali pembukaan acara wisuda.
Prof Farida juga menyebut dirinya sebagai Plt Rektor UNM saat menyamnpaikan sambutan didepan wisudawan.
“Izinkan saya selaku pelaksana tugas Rektor Universitas Negeri Makassar, menyampaikan laporan singkat mengenai berbagai langkah strategis, upaya penataan, serta perkembangan penting yang telah dilakukan bersama dalam menjaga keberlangsungan tata kelola layanan akademik dan penguatan integritas institusi yang kita cintai ini,” kata Prof Farida mengawali sambutannya.
Prof. Farida adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) dan saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi di Unhas. Penunjukan dirinya sebagai Plt Rektor bertujuan untuk menjaga kelancaran penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di UNM di tengah proses hukum dan administrasi yang melibatkan rektor sebelumnya.
Dalam pengumuman yang disampaikan, pergantian jabatan juga mendapat dukungan dari sivitas akademika UNM dan dipandang sebagai langkah untuk menstabilkan kampus. Prof. Farida sendiri menyampaikan rasa syukur sekaligus tanggung jawab atas amanah yang diberikan, sambil menekankan pentingnya kerja sama internal untuk tetap fokus pada pelayanan akademik.
Selain itu, perubahan kepemimpinan ini juga disertai dorongan untuk memperbaiki kinerja di lingkungan akademik. Beberapa pihak menyoroti aspek peningkatan produktivitas riset dan pengelolaan anggaran, termasuk harapan agar para dekan yang dianggap kurang aktif dalam riset dapat diganti atau diberi arahan sehingga bisa lebih maksimal dalam pengaturan anggaran penelitian dan kegiatan akademik lain. Perubahan ini diharapkan dapat menciptakan suasana kampus yang lebih produktif dan berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan.
Pergantian jabatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa UNM berupaya melanjutkan proses akademik dan tata kelola yang profesional di tengah dinamika yang terjadi, serta menegaskan komitmen terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas di Sulawesi Selatan.
Reporter : Alifa Zakiah Syam dan Az Zahra Mim Nur Qalbiyah
![]()

