Tantang Teori Evolusi, Gene Conversion Jadi Kunci Keberlangsungan Hidup Poecilia formosa

Poecilia formosa, Spesies Ikan Amazon Molly (Doc. Int)

BIOma – Spesies ikan Amazon molly kembali menjadi perhatian ilmuwan setelah penelitian terbaru mengungkap rahasia di balik kemampuannya bertahan hidup selama lebih dari 100.000 tahun. Ikan dengan nama ilmiah Poecilia formosa ini dikenal unik karena seluruh populasinya terdiri atas betina dan berkembang biak tanpa mewarisi DNA dari pejantan. Dikutip dari BBC.com, Amazon molly hidup di wilayah perairan Meksiko dan Texas bagian selatan.

Spesies ini tetap membutuhkan sperma dari ikan jantan kerabat dekat untuk memicu perkembangan telur, tetapi materi genetik dari jantan tersebut tidak diwariskan kepada keturunannya. Anak yang dihasilkan berupa betina yang secara genetik hampir sama dengan induknya. Cara reproduksi tersebut dikenal sebagai ginogenesis, yaitu bentuk reproduksi yang tampak melibatkan pejantan, tetapi tidak menghasilkan pencampuran DNA seperti reproduksi seksual pada umumnya. Kondisi ini membuat Amazon molly sering disebut sebagai spesies klonal karena keturunannya merupakan salinan dari induknya.

Amazon molly diketahui berasal dari peristiwa hibridisasi antara dua spesies ikan, yaitu Poecilia latipinna dan Poecilia mexicana. Setelah terbentuk, spesies ini mempertahankan pola reproduksi klonal dalam waktu yang sangat lama. Pola seperti ini seharusnya berisiko dalam pandangan evolusi karena dapat menyebabkan penumpukan mutasi berbahaya dari generasi ke generasi. Hal tersebut membuat Amazon molly menjadi salah satu contoh penting dalam kajian evolusi, terutama karena keberadaannya menantang anggapan bahwa reproduksi aseksual merupakan jalan buntu bagi suatu spesies.

Dilansir dari Cafnr.missouri.edu, tim peneliti University of Missouri menemukan bahwa Amazon molly memiliki mekanisme genetik khusus yang membantu spesies ini menghindari kerusakan genom. Mekanisme tersebut disebut gene conversion atau konversi gen, yaitu proses ketika satu salinan gen dapat menggantikan salinan gen lain yang rusak atau membawa mutasi merugikan.

Laporan ScienceNews.org menyebutkan bahwa Amazon molly seolah “menata ulang” bagian-bagian kecil dari genomnya sendiri. Proses tersebut memungkinkan mutasi yang kurang menguntungkan dikurangi, sementara variasi genetik tertentu tetap dapat memberi ruang bagi seleksi alam untuk bekerja. Meskipun tidak melakukan reproduksi seksual, ikan ini tetap memiliki cara untuk menjaga kestabilan genetiknya.

Temuan tersebut dijelaskan lebih lanjut dalam artikel ilmiah berjudul Gene Conversion Empowers Natural Selection in a Clonal Fish Species yang dipublikasikan melalui laman Nature.com. Penelitian itu menunjukkan bahwa gene conversion dapat membantu seleksi adaptif dan seleksi pemurnian pada spesies klonal. Mekanisme ini berperan dalam membentuk garis keturunan baru, memperbaiki mutasi tertentu, serta mengatasi ketidaksesuaian genetik yang berasal dari leluhur hibridanya.

Penemuan ini menunjukkan bahwa alam memiliki cara yang lebih kompleks dalam menjaga keberlangsungan makhluk hidup. Amazon molly tidak hanya menjadi spesies ikan yang unik karena seluruh populasinya betina, tetapi juga menjadi bukti bahwa mekanisme perbaikan DNA dapat berperan besar dalam mempertahankan kesehatan genom. Temuan ini sekaligus membuka pemahaman baru mengenai evolusi, reproduksi aseksual, dan kemampuan organisme dalam bertahan menghadapi tekanan genetik.

Reporter: RM 3

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *