BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar cheap replica watches uk prosesi pengukuhan guru besar di Ballroom Teater Menara Pinisi, Senin (14/07). UNM secara resmi mengukuhkan empat guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dari Jurusan Biologi dan Jurusan Matematika.
Tiga dari empat profesor yang baru dikukuhkan berasal perfect Rolex replica watches dari Jurusan Biologi yaitu, Prof. Drs. Dr. Adnan, M.S., Prof. Muhiddin P., S.Pd., M.Pd., dan Prof. Dr. Arshad Bahri, S.Pd., M.Pd. Satu di antaranya dari Jurusan Matematika yaitu Prof. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., Ph.D. Ia sekaligus merupakan Rektor dari Universitas Sulawesi Barat.
Setiap profesor yang dikukuhkan menyampaikan orasi dengan judul sebagai berikut.
1. Prof. Dr. Drs. Adnan, M.S., dengan judul Rolex replica watches UK for sale orasi “Transformasi Pembelajaran Biologi Abad 21: Model Pembelajaran CSP Mengintegrasikan Konstruktivisme, Teknologi, dan Citizen Science untuk Membentuk Generasi 4C”.
2. Prof. Muhiddin P., S.Pd., M.Pd., dengan judul orasi ilmiah “Metakognisi di Era Artificial Intelligence (AI): Memberdayakan Strategi Aktual dan Efektif pada Pembelajaran Biologi”
3. (Alm.) Prof. Dr. Arshad Bahri, S.Pd., M.Pd., dengan orasi “Strategi Problem Based Learning (PBL) Terintegrasi Reading, Questioning, and Answering (RQA) Berbasis Hologram pada Pembelajaran Biologi”.
4. Prof. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., Ph.D. dengan judul orasi “Analisis Signal Elektroensifalografi (EEG) Penderita Epilepsi dengan Pendekatan Matematik dan Statistik”.
Suhardi Aldi, selaku salah satu tamu dalam acara ini menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi ketiga guru besar Biologi UNM yang baru dikukuhkan. Menurutnya, orasi ilmiah mereka menunjukkan inovasi dan relevansi yang tinggi bagi pendidikan dan masyarakat.
“Pada sesi orasi ilmiahnya, Prof. Adnan menjelaskan bahwa model pembelajaran Citizen Science Project (CSP) dapat memberi arah siswa memperoleh keterampilan abad ke-21 (HOTS) melalui integrasi lingkungan, ahli, dan masyarakat dalam pembelajaran untuk pengalaman yang lebih bermakna. Selanjutnya Prof. Muhiddin yang membahas tentang Metakognisi di Era AI dan menekankan pentingnya metakognisi agar siswa dapat memanfaatkan informasi di era AI secara bijak dan bertanggung jawab. Terakhir Alm. Prof. Arsyad Bahri yang membahas mengenai strategi Problem Based Learning (PBL) untuk menciptakan pembelajaran aktif dan mendukung kemampuan kognitif siswa di abad ke-21,” tuturnya.
Secara keseluruhan, kontribusi ketiga guru besar ini dinilai sangat baik dan memberikan arah yang jelas bagi pengembangan pendidikan, khususnya di bidang Biologi, untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan.
Pengukuhan ini menjadi simbol pencapaian akademik sekaligus pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkarya dalam bidang riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Reporter: Khusnul Khatimah dan Risdayanti
![]()

