Puasa dan Herbal dalam Sorotan Ilmiah Isu Hepatitis

Ilustrasi potensi puasa dan herbal melawan hepatitis (Doc.Int)

BIOma – Konten edukasi sains bernuansa religi kembali menarik perhatian warganet melalui unggahan akun di platform Instagram bernama violthebiologist. Akun yang mencantumkan afiliasi dengan Universitas Indonesia tersebut membahas potensi puasa dan herbal dalam kaitannya dengan virus hepatitis dengan pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan refleksi spiritual.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa virus hepatitis dapat merusak hati melalui stres oksidatif atau Reactive Oxygen Species (ROS) serta memicu mutasi DNA pada tingkat seluler. Kondisi ini digambarkan sebagai bentuk terganggunya keseimbangan tubuh yang sering berkaitan dengan pola hidup tidak sehat dan melemahnya sistem kekebalan.

Konten tersebut kemudian menyoroti puasa sebagai proses biologis yang mampu memicu autofagi, yakni mekanisme daur ulang sel. Melalui proses ini, komponen sel yang rusak atau mati dibersihkan dan diubah menjadi energi baru, sehingga mendukung regenerasi sel dan pemeliharaan kesehatan jaringan, termasuk sel hati.

Selain puasa, unggahan itu juga menyinggung potensi herbal, khususnya Habbatus Sauda atau jinten hitam. Disebutkan bahwa senyawa bioaktif dalam tanaman tersebut telah diteliti secara eksperimental mampu menghambat replikasi virus hepatitis C melalui interaksi molekuler dengan sel tubuh.

Pada bagian penutup, kreator konten menekankan bahwa Al-Qur’an dipandang sebagai kitab petunjuk yang memuat isyarat ilmiah, sementara sains modern berperan sebagai alat untuk memahami fenomena tersebut. Pendekatan yang memadukan sains dan nilai spiritual ini pun mendapat ratusan respons dari pengguna media sosial dan menjadi contoh komunikasi sains populer yang lebih kontekstual serta mudah dipahami masyarakat.

Reporter: Febri Amalia

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *