Terdampar dan Membusuk, Bangkai Physeter macrocephalus 9,8 Meter Dikuburkan

Bangkai Paus Sperma Terdampar dan Membusuk (Doc. Int)

BIOma – Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) sepanjang sekitar 9,8 m ditemukan terdampar dalam kondisi mati dan membusuk di pesisir Pantai Kelurahan Afe Taduma, Ternate, Maluku Utara, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan laporan ANTARA.com, paus tersebut ditemukan sekitar pukul 05.00 WIT. Karena kondisinya telah membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap, pemerintah setempat memutuskan untuk mengubur bangkai paus di sekitar Pantai Taduma. Proses penguburan dilakukan petugas menggunakan alat berat.

Informasi serupa juga diberitakan Bisnis.com. Media tersebut melaporkan bahwa paus sperma dengan panjang sekitar 9,8 m ditemukan dalam kondisi mati dan membusuk. Penguburan dilakukan sebagai upaya mengurangi bau tidak sedap sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit akibat proses pembusukan.

Sementara itu, Kadera.id melaporkan bahwa paus yang ditemukan di Pantai Afe Taduma diperkirakan memiliki panjang lebih dari 8 m dan kondisinya sudah membusuk. Penemuan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang mendatangi lokasi untuk melihat bangkai mamalia laut tersebut.

Penanganan terhadap bangkai paus dilakukan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan pesisir dan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan alat berat, petugas menguburkan bangkai paus di sekitar pantai agar bau akibat pembusukan dapat diminimalkan serta potensi gangguan kesehatan dapat dicegah.

Peristiwa terdamparnya paus sperma tersebut menjadi perhatian warga di kawasan Afe Taduma. Paus sperma merupakan salah satu mamalia laut berukuran besar yang hidup di perairan laut dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut.

Penanganan bangkai paus tersebut juga menjadi perhatian terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir. Pemerintah bersama petugas di lapangan perlu memastikan proses penguburan dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan dampak baru bagi lingkungan sekitar. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penanganan cepat terhadap satwa laut yang terdampar, terutama ketika ditemukan dalam kondisi mati dan mulai membusuk.

Reporter: Ailga Nurhafiza

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *