BIOma – Setiap pertengahan tahun, langit malam mempersembahkan aaa omega Replica salah satu fenomena bulan purnama yang paling menarik, yang dikenal dengan fenomena ‘Buck Moon’.
Istilah ‘Buck Moon’ berasal dari budaya penduduk asli 1:1 patek-philippe Replica watches Amerika, terutama suku algonquin yang hidup di wilayah timur laut Amerika Utara. Mereka menamai setiap bulan purnama berdasarkan peristiwa alam yang terjadi secara konsisten dalam siklus musim.
Dilansir oleh detik.com, ‘Buck Moon’ adalah sebutan di dunia Barat untuk purnama yang muncul di bulan Juli. Secara tradisional, penamaan ini dikaitkan dengan musim munculnya pertumbuhan tanduk pada rusa jantan.
Selain ‘Buck Moon’, ada pula yang menamainya ‘Thunder Moon’ karena AAA+ rolex replica banyaknya badai petir yang terjadi di musim panas pada bulan juli atau ‘Hay Moon’ yang menandai masa panen jerami.
Secara ilmiah Buck Moon tidak berbeda dari bulan purnama lainnya, dimana bulan purnama terjadi ketika posisi bulan berada dalam satu garis lurus dengan bumi dan matahari, dengan posisi bumi berada di tengah.
Pada fase ini, seluruh permukaan bulan yang menghadap bumi diterangi oleh matahari dan tampak terang benderang dari permukaan bumi.
Dikutip dari cnbcindonesia.com, langit malam di bulan Juli akan kembali dihiasi oleh fenomena bulan purnama Buck Moon yang mencapai puncak cahayanya pada Kamis (10/07), sekitar pukul 16.37 waktu bagian timur AS (ET) atau 03.37 WIB dini hari, Jumat (11/07).
Sementara itu, dilansir dari mediaindonesia.com, bulan purnama kali ini memiliki keistimewaan astronomis di mana terjadi hanya beberapa hari setelah bumi mencapai aphelion, yaitu titik terjauh dari matahari dari orbitnya. Hal ini menjadikan Buck Moon bulan purnama terjauh dari matahari sepanjang tahun 2025.
Selain aspek ilmiah dan budaya, Buck Moon juga dimaknai secara spiritual oleh banyak orang sebagai waktu yang tepat untuk refleksi, menetapkan tujuan baru atau menyambut babak baru dalam hidup.
Fenomena Buck Moon bukan hanya bagian dari siklus langit, tetapi juga pengingat bahwa setiap purnama memiliki cerita. Dalam hal ini cerita tentang pertumbuhan, siklus alam, dan keterhubungan manusia dengan semesta.
Reporter: RM 9
![]()

