Mengenal Fitoplankton, Penghasil Oksigen Terbanyak di Bumi

Ilustrasi Fitoplankton (Doc. Int)

BIOma – Penelitian mengungkap bahwa lebih dari separuh oksigen yang replica Rolex daytona menopang kehidupan di bumi justru tidak berasal dari hutan tropis, melainkan dari makhluk renik bernama fitoplankton yang hidup melayang di permukaan laut.

Organisme mikroskopis ini memegang peran sentral fake watches uk dalam menjaga keseimbangan atmosfer dan ekosistem laut dunia.

Dilansir oleh kumparan.com, fitoplankton merupakan replica watches uk organisme bersel satu yang memanfaatkan sinar matahari untuk berfotosintesis. Keberadaan mereka menjadi dasar rantai makanan laut, karena menjadi pakan utama bagi zooplankton, ikan kecil, hingga mamalia laut besar.

Tanpa fitoplankton, jaring-jaring kehidupan di lautan bisa terganggu karena mata rantai awal produksi energi terputus.

Sementara itu, dikutip dari tempo.co, fitoplankton berkontribusi memproduksi sekitar 50 persen oksigen global. Angka ini jauh melampaui peran hutan hujan tropis yang sering disebut sebagai paru-paru dunia.

Selain menghasilkan oksigen, fitoplankton juga berfungsi menyerap karbon dioksida, sehingga turut membantu mengendalikan pemanasan global dan perubahan iklim.

Dilansir dari kompas.com, selain memproduksi oksigen, fitoplankton juga terlibat dalam penyimpanan karbon di lautan. Saat fitoplankton mati, sebagian tubuh mereka yang kaya karbon akan tenggelam ke dasar laut dan menjadi endapan sedimen.

Proses tersebut yang akan membantu mengurangi kandungan karbon dioksida di atmosfer dan berperan besar dalam menjaga stabilitas iklim.

Lebih jauh, proses fitoplankton menjadi penghasil oksigen utama terjadi melalui fotosintesis. Dikutip dari kompas.com, fitoplankton menyerap energi matahari menggunakan pigmen klorofil, lalu mengubah karbon dioksida (CO₂) yang terlarut di air laut menjadi senyawa organik sambil melepaskan oksigen (O₂) sebagai produk sampingan.

Keunggulan mereka terletak pada luasnya permukaan laut dan tingginya intensitas cahaya matahari di zona fotik atau lapisan laut yang masih mendapat cahaya.

Selain itu, fitoplankton mampu bereproduksi sangat cepat, sehingga produksi oksigen mereka sangat besar. Bahkan, dalam kondisi optimal, satu meter kubik air laut yang kaya fitoplankton bisa menghasilkan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan puluhan manusia.

Namun, sebagaimana dijelaskan biodiversitywarriors.kehati.or.id, fitoplankton juga menyimpan potensi risiko. Ledakan populasi mereka atau yang dikenal sebagai algal bloom, dapat menghasilkan racun berbahaya bagi biota laut, bahkan berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan ekosistem laut menjadi sangat penting agar peran vital fitoplankton tetap terjaga tanpa menimbulkan masalah lingkungan.

Ukuran fitoplankton memang nyaris tak terlihat mata, tetapi kontribusi mereka sangat besar bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi. Mereka bukan hanya penghasil utama oksigen, tetapi juga penjaga iklim global serta pondasi rantai makanan di laut.

Upaya melindungi ekosistem laut dari polusi dan perubahan iklim menjadi kunci agar fitoplankton dapat terus menjalankan fungsinya sebagai paru-paru dunia yang sebenarnya.

Reporter: RM 4

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *