BIOma – Project Multatuli bekerja sama dengan Rumata’ mengadakan kegiatan diskusi terbuka dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, dengan mengangkat tema “Jurnalisme Melayani: Untuk yang Tidak Terdengar & Untuk Bumi“. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumata’ Art Space, Selasa (21/05).
Kegiatan diskusi terbuka ini menghadirkan enam orang narasumber, yaitu Fahri Salam (Project Multatuli), Eko Rusdianto (Jurnalis Makassar), Detty Salulling (Pulitzer Center), Adi Renaldi (Pulitzer Center Grantee), Yuli Z (Jurnalis Sultra), dan Didit Hariyadi (Ketua Aji Makassar), serta seorang moderator yaitu Evi Mariani (Project Multatuli).
Didit Hariyadi, seorang Jurnalis Lepas AJI Makassar mengungkapkan bahwa dalam dunia pers perlu adanya kolaborasi, mengingat di era modern masyarakat memiliki kebebasan untuk menyuarakan pendapat sehingga masyarakat dan pers mahasiswa dapat memiliki keberanian untuk mengungkapkan kebenaran.
“Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi bersama sehingga lebih memudahkan dalam proses mengawal sebuah kebenaran,” ungkapnya.
Selain itu, Eko Rasdianto selaku Jurnalis Makassar mengungkapkan saat ini masyarakat masih belum netral dalam menerima semua hasil pemberitaan yang ada.
“Jika menulis dari sudut yang lain kita dianggap tidak tahu apa-apa, dimana tulisan kita dianggap tidak benar ketika ada tulisan lain dengan narasumber atau sudut pandang yang berbeda,” ujarnya.
Reporter: Isna Fitriani dan Arlindah
![]()

