Bioma – Universitas Negeri Makassar (UNM) secara resmi menyerahkan pengelolaan Program Pascasarjana (PPs) dan Program Doktoral ke masing-masing fakultas. Kebijakan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi serta mewujudkan tata kelola akademik yang lebih terarah dan optimal.
Direktur Pascasarjana UNM, Sapto Haryoko, menjelaskan bahwa pengalihan ini bertujuan untuk memudahkan pengembangan keilmuan di tingkat fakultas. Dilansir dari Profesi-unm.com, kebijakan ini memiliki landasan hukum yang kuat seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 34.
“Pasalnya jelas, bahwa untuk prodi-prodi monodisiplin diintegrasikan di fakultas secara akademis untuk memudahkan pengembangan ilmu,” ungkapnya.
Kebijakan desentralisasi pengelolaan pascasarjana ini menuai tanggapan dari mahasiswa jenjang Sarjana (S1) di lingkungan FMIPA, khususnya Jurusan Biologi.
Syakifa Rahmah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, menilai kebijakan ini sebagai langkah positif selama tidak mengganggu jalannya perkuliahan mahasiswa S1.
“Saya berharap kebijakan yang telah ditetapkan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi kami sebagai mahasiswa S1,” ujarnya.
Sementara itu, pandangan lebih kritis disampaikan oleh Deglory Viona Manggeng, mahasiswa Program Studi Bioteknologi. Meski mengapresiasi potensi perluasan relasi akademik dengan mahasiswa pascasarjana, ia menyoroti kekhawatiran mengenai ketersediaan fasilitas fisik di FMIPA.
“Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa S1, terutama dalam memperluas relasi serta menambah wawasan melalui interaksi dengan kakak tingkat yang memiliki pengalaman akademik lebih banyak. Namun, apabila jumlah ruang tidak mencukupi, hal tersebut dapat menghambat proses pembelajaran dan menyebabkan kekurangan ruang kelas,” tuturnya.
Secara umum, mahasiswa menilai pengalihan pengelolaan dan pemusatan perkuliahan ini cukup baik secara konsep. Akan tetapi, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing fakultas agar iklim akademik tetap kondusif bagi seluruh jenjang pendidikan.
Reporter: Sitti Radiah Husna
![]()

