Mengapa Mahasiswa Harus Melek Politik?

Ilustrasi Mahasiswa (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Mahasiswa dalam peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990 adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Salah satu peran penting mahasiswa adalah menjadi pelopor dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membekali diri dengan berbagai wawasan, termasuk pemahaman yang baik tentang politik.

Dikutip dari kompasiana.com, paham politik atau melek politik dapat diartikan sebagai kesadaran akan dunia politik yang didukung oleh kemampuan dalam memahami berbagai aspek politik. Mahasiswa memiliki peran yang penting dalam mengawal kebijakan, terutama dalam lingkup pendidikan. Sebagai agen perubahan, mahasiswa perlu bergerak ketika melihat adanya kebijakan yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kemajuan pendidikan.

Melek politik itu suatu keharusan bagi mahasiswa di era modern, ketika kebijakan dan keputusan pemerintah memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sekarang dan masa depan. Sebagai generasi penerus, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai individu yang mengejar pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki hak suara dalam masyarakat.

Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah secara langsung mempengaruhi kehidupan mahasiswa. Tanpa pemahaman yang baik tentang politik, mahasiswa bisa terjebak dalam situasi di mana mereka tidak siap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi.

Mahasiswa yang memiliki pemahaman baik tentang politik akan lebih siap menghadapi tantangan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada. Keterampilan analisis dan kritis yang diasah melalui pemahaman politik juga sangat berharga, karena mahasiswa akan mampu menganalisis kebijakan dan dampaknya terhadap masyarakat.

Dikutip dari kumparan.com, ada beberapa alasan mengapa mahasiswa perlu memahami politik. Dengan wawasan yang cukup, mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam perubahan sosial dan kebijakan publik. Keterlibatan ini dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam diskusi serta debat terkait isu-isu politik. Jika mahasiswa kurang memahami politik, nilai integritas mereka juga dapat menurun. Akibatnya, hal ini bisa berdampak pada penurunan integritas bangsa secara keseluruhan.

Mahasiswa memiliki hak untuk menyuarakan pendapat dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Dengan pengetahuan politik yang memadai, mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam diskusi publik dan menyampaikan pandangan yang terinformasi. Keterlibatan ini tidak hanya terbatas pada saat pemilihan umum, tetapi juga dalam berbagai forum diskusi, seminar, dan kegiatan sosial lainnya.

Terjadinya gerakan mahasiswa bukan sekadar aksi turun ke jalan, tetapi juga dapat berbentuk kajian kritis, diskusi, serta advokasi kepada pihak terkait. Dengan pemahaman politik yang baik, mahasiswa dapat memastikan bahwa kebijakan pendidikan yang diterapkan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat demi tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Reporter: Siti Nur Azizah Akis & Siti Radiah Husna
Ilustrator: Ainul Hidayat

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *