BIOma – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (MAPHAN) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Sidang Pleno ke-XXII yang berlangsung selama dua hari di Rumah Adat Bulukumba, Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini mengusung tema “Evaluasi Kinerja Kepengurusan Menuju Lembaga yang Progresif ” dan menjadi forum evaluasi setengah periode kepengurusan tahun 2024–2025, Sabtu (24/05).
UKM MAPHAN UNM merupakan organisasi tingkat universitas yang bergerak di bidang sosial, dengan fokus utama pada penyebaran informasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS. Refleksi dan perbaikan internal menjadi poin penting dalam penguatan efektivitas gerakan yang dijalankan.
Sidang Pleno dibuka secara resmi oleh Idham Irwansyah Idrus, selaku Dewan Pembina UKM MAPHAN UNM. Seluruh jajaran pengurus serta Dewan Pendamping turut hadir dalam kegiatan ini.
Ketua Panitia Sidang Pleno XXII, Muhammad Zulfikran, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari 45 panitia yang terdaftar, sebanyak 32 orang hadir. Ketidakhadiran sebagian panitia disebabkan oleh kondisi kesehatan dan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Ia juga menambahkan bahwa pendanaan kegiatan diperoleh dari kontribusi internal pengurus serta hasil penggalangan dana kreatif oleh tim panitia.
Ketua Umum UKM MAPHAN UNM, Wahyudi Rahasni, menekankan bahwa Sidang Pleno bukan merupakan forum saling menyalahkan, melainkan ruang refleksi bersama untuk memperbaiki kinerja organisasi.
“Saya harap teman-teman dapat merefleksikan diri, baik dari bidang masing-masing, sekretaris umum, bendahara umum, maupun ketua umum, agar kita dapat berbenah dan melangkah lebih baik ke depan,” ujarnya.
Dewan Pembina UKM MAPHAN UNM, Idham Irwansyah Idrus, turut menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi pengurus. Ia menegaskan bahwa evaluasi menjadi tanggung jawab bersama, tidak terbatas pada pengurus inti saja, melainkan seluruh elemen organisasi.
Sidang Pleno XXII ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai tantangan serta merumuskan solusi yang tepat. Langkah ini diambil demi mendorong peningkatan kinerja organisasi secara progresif dan berkelanjutan.
Reporter: Saskiah & Yohanis Roy Pabidang
![]()

