BIOma – Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) berhasil mendokumentasikan 18 individu ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di gua bawah laut Pulau Talise, Sulawesi Utara. Temuan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam penelitian Coelacanth di Indonesia sekaligus memperkuat dasar ilmiah bagi upaya konservasi spesies yang telah bertahan sejak sekitar 400 juta tahun. Informasi ini disampaikan BRIN melalui laman resminya di https://www.brin.go.id.
Ekspedisi kolaboratif yang melibatkan BRIN, OceanX, NHK, dan UNSRAT berhasil mencatat peningkatan jumlah individu Coelacanth dibandingkan survei pada tahun 2009 yang hanya menemukan empat individu di lokasi yang sama. Dalam survei terbaru, tim berhasil mendokumentasikan 18 individu, termasuk 11 ekor yang ditemukan hidup bersama dalam satu gua bawah laut. Informasi tersebut juga diberitakan oleh Dari Laut melalui https://darilaut.id.
Tim peneliti juga menemukan seekor Coelacanth juvenil berukuran sekitar 26 sentimeter di Teluk Amurang. Penemuan individu muda tersebut memberikan informasi baru mengenai siklus hidup dan reproduksi spesies yang sangat langka ini. Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan turut memanfaatkan teknologi environmental DNA (eDNA) dan CT Scan untuk mendukung identifikasi serta pengamatan biologis Coelacanth.
BRIN menjelaskan bahwa hasil pemindaian CT Scan pada salah satu spesimen menunjukkan adanya 22 butir telur di dalam tubuh ikan. Temuan ini menjadi informasi penting dalam memahami aspek reproduksi Coelacanth yang selama ini masih minim diketahui. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi konservasi yang lebih efektif bagi habitat Coelacanth di Indonesia.
Menurut Technology Indonesia melalui https://technologyindonesia.id melaporkan bahwa penemuan ini semakin mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu habitat utama Coelacanth di dunia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kawasan perairan Pulau Talise diusulkan sebagai kawasan konservasi khusus untuk melindungi habitat alami spesies tersebut sekaligus mendukung penelitian yang berkelanjutan.
Penemuan ini diharapkan mampu mendorong upaya konservasi Coelacanth dapat semakin diperkuat sehingga keberadaan salah satu ikan purba paling langka di dunia tetap terjaga. Penelitian tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan berbagai pihak dalam menjaga keanekaragaman hayati laut Indonesia.
Reporter: Mutmainna
![]()

