UNM Kukuhkan 11 Guru Besar dalam Rangka Dies Natalis Ke-65

Pengukuhan 11 Guru Besar dalam Rangka Dies Natalis 65 UNM (Doc. Int)

BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pengukuhan 11 guru besar dalam rangka Dies Natalis ke-65. Prosesi pengukuhan ini dilangsungkan secara bertahap selama dua hari, bertempat di Menara Pinisi UNM, pada Rabu-Kamis (29-30/07).

Sebanyak enam guru besar yang berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Teknik (FT) dikukuhkan pada hari pertama, sementara lima guru besar lainnya menyusul pada hari kedua. Pengukuhan kali ini juga memiliki keunikan tersendiri karena dua di antara guru besar yang dikukuhkan merupakan pasangan suami istri.

Sebagaimana dilansir dari RRI Makassar, dalam prosesi tersebut, masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya. Tema yang diangkat cukup beragam, di antaranya mengenai kesehatan mental peserta didik, pendidikan keluarga, teknologi pembelajaran, serta penguatan keterampilan belajar abad ke-21.

Menanggapi bertambahnya jumlah guru besar, Plt. Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan tanggung jawab untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jabatan guru besar membawa tanggung jawab yang besar dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara melalui inovasi, kolaborasi, serta penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Berbagai orasi ilmiah yang dipaparkan para guru besar mencerminkan pentingnya penguatan pendidikan, mulai dari pembentukan karakter hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” jelasnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Majelis Profesor UNM, Prof. Jasruddin Daud, sebagaimana dimuat dalam Rakyat Sulsel, menyebut bahwa momen pengukuhan ini merupakan langkah penting bagi iklim keilmuan kampus.

“Pengukuhan guru besar menjadi bagian penting dalam memperkuat tradisi akademik di lingkungan UNM. Para guru besar diharapkan mampu melahirkan gagasan, penelitian, dan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ungkapnya.

Pengukuhan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi para guru besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Reporter: Nur Dini Armiati Nur

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *