BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi pelaksana Pelatihan Fasilitator Pembelajaran Transformatif Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 60 dosen, terdiri atas 35 dosen internal UNM dan 25 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi; yang berlangsung di Hotel Gammara Makassar, Senin-Kamis (27-30/07).
Kepercayaan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya Kemdiktisaintek memperkuat implementasi pembelajaran transformatif di perguruan tinggi melalui peningkatan kompetensi dosen sebagai fasilitator pembelajaran.
Dikutip dari Rakyatsulsel.fajar.co.id, pelatihan berfokus pada peningkatan kapasitas dosen dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran transformatif pada level mata kuliah. Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Andi Aslinda, mengatakan bahwa pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong lahirnya pembelajaran yang mampu membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.
“Melalui pelatihan ini diharapkan akan mendorong lahirnya proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, membangun cara berpikir yang reflektif, kritis, kreatif, kolaboratif, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.
Dilansir dari Tribunnews.com, melaporkan bahwa peserta pelatihan berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi, di antaranya Universitas Indonesia Timur, Universitas Muhammadiyah Enrekang, Universitas Muslim Maros, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Megarezky, Universitas Patompo, Universitas Kristen Indonesia, serta sejumlah sekolah tinggi lainnya. Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dan pendampingan mengenai pembelajaran transformatif sebagai bekal untuk diterapkan di perguruan tinggi masing-masing.
Dalam pemberitaan Tajukutama.com, Prof. Andi Aslinda menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Kemdiktisaintek merupakan peluang bagi UNM untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang mampu berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran transformatif di Indonesia.
“Kepercayaan yang diberikan Kemendiktisaintek merupakan peluang besar bagi UNM untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang mampu menjadi contoh dalam pengembangan pembelajaran transformatif. Program ini harus dijalankan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat kualitas pembelajaran, dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dinamika dunia kerja maupun kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Pelatihan yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat mendukung implementasi pembelajaran transformatif di perguruan tinggi sekaligus memperkuat kompetensi dosen dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih berpusat pada mahasiswa.
Reporter: Nurul Inayah
![]()

